Bagaimana Strategi Pemberdayaan Ultra Mikro Memperkuat Ekonomi Akar Rumput yang Tak Cukup Modal
- Istockphoto
tvOnenews.com - Membangun kapasitas usaha dan ketahanan ekonomi masyarakat menjadi tantangan krusial di banyak negara, terutama pada segmen ultra mikro yang rentan terhadap guncangan ekonomi. Pengalaman sejumlah negara maju menunjukkan bahwa dukungan modal saja tidak cukup untuk menciptakan usaha kecil yang tangguh.
Pemerintah Inggris, misalnya, melalui UK Small Business Strategy, menekankan pentingnya pendampingan, pelatihan manajerial, serta akses literasi keuangan bagi pelaku usaha kecil agar mampu bertahan dalam jangka panjang.
Pendekatan serupa juga terlihat dalam berbagai laporan Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) yang menyoroti bahwa penguatan kapasitas kewirausahaan, mulai dari pengelolaan keuangan hingga pemasaran digital, berkorelasi langsung dengan peningkatan produktivitas usaha mikro.
OECD mencatat, usaha kecil yang mendapatkan pelatihan rutin memiliki peluang bertahan hingga 30 persen lebih tinggi dibanding yang hanya menerima pembiayaan. Di Indonesia, konteks ini menjadi semakin relevan mengingat besarnya jumlah pelaku usaha ultra mikro yang menopang ekonomi rumah tangga.
Data Kementerian Koperasi dan UKM menunjukkan bahwa mayoritas pelaku usaha berada pada skala mikro dan ultra mikro, dengan tantangan utama berupa keterbatasan literasi keuangan, manajemen usaha, serta akses pasar.
Kondisi tersebut membuat upaya pemberdayaan menjadi fondasi penting dalam memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat dari level paling dasar.
Melansir dari berbagai sumber, realitas di lapangan menunjukkan bahwa persoalan UMKM tidak berhenti pada sulitnya memperoleh pembiayaan. Banyak pelaku usaha menghadapi kendala dalam pencatatan keuangan, pengelolaan stok, hingga strategi pemasaran yang masih konvensional.
Tanpa pendampingan, pembiayaan berisiko tidak digunakan secara produktif dan justru menambah beban usaha. Laporan Bank Dunia juga menegaskan bahwa inklusi keuangan yang tidak dibarengi dengan peningkatan kapasitas usaha berpotensi menghasilkan pertumbuhan semu.
Artinya, akses modal memang meningkat, tetapi tidak otomatis diikuti oleh perbaikan kesejahteraan. Karena itu, model intervensi yang menggabungkan pembiayaan dengan penguatan kapasitas dinilai lebih efektif dalam mendorong usaha kecil naik kelas.
Pemberdayaan perempuan melalui program ultra mikro memberikan dampak berlapis bagi kesejahteraan keluarga. Peningkatan pendapatan usaha berkontribusi pada pemenuhan kebutuhan dasar, keberlanjutan pendidikan anak, hingga peningkatan akses layanan kesehatan.
Load more