Penanganan Sampah di Pasar Induk Kramat Jati Ditargetkan Selesai Dalam Sepekan
Jakarta, tvOnenews.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menargetkan penanganan tumpukan Sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, dapat selesai dalam waktu sepekan.
Ia memastikan proses pembersihan masih terus berlangsung setelah sebelumnya pengangkutan sampah sempat terganggu akibat longsor di zona 4A TPST Bantargebang.
Longsor tersebut menyebabkan dampak berantai sehingga sampah dari Pasar Induk Kramat Jati tidak dapat langsung diangkut ke lokasi pembuangan.
Akibatnya, terjadi penumpukan sampah yang didominasi limbah basah seperti sayur dan buah, serta sampah kering berupa kayu dan keranjang bekas aktivitas perdagangan.
Saat ini, kondisi tumpukan sampah dilaporkan mulai berkurang setelah upaya pembersihan dilakukan secara intensif selama lima hari terakhir. Petugas mengerahkan tambahan armada truk dan alat berat untuk mempercepat proses pengangkutan sampah dari area pasar.
Sejak pagi, tercatat sekitar 16 hingga 17 armada besar dikerahkan untuk mengurangi tumpukan. Secara keseluruhan, setiap hari sekitar 30 hingga 35 truk atau tronton dioperasikan untuk mengangkut sampah menuju TPST Bantargebang, Jawa Barat.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyatakan pembersihan akan terus dilakukan hingga kondisi kembali normal. Penanganan darurat sampah ini juga menjadi perhatian serius karena aktivitas Pasar Induk Kramat Jati menghasilkan volume limbah yang tinggi setiap harinya.