News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pengakuan Mengejutkan Lucky Hakim saat Ikut Salam Yahudi, Melihat Sosok Dedengkot Al-Zaytun Panji Gumilang..

Mantan wakil Bupati Indramayu, Lucky Hakim berbicara soal video viral dirinya usai ikut melantunkan salam Yahudi 'Hevenu Shalom Aleichem' di Ponpes Al-Zaytun.
Minggu, 9 Juli 2023 - 06:47 WIB
Pengakuan mengejutkan Lucky Hakim saat diajak ikut salam Yahudi havenu shalom alechem oleh dedengkot Al-Zaytun Panji Gumilang.
Sumber :
  • Tangkapan layar Instagram @say.kocak

tvOnenews.com - Mantan wakil Bupati Indramayu, Lucky Hakim akhirnya berbicara soal video viral dirinya usai ikut melantunkan salam Yahudi 'Havenu Shalom Alechem' di Ponpes Al-Zaytun.

Nama Ponpes Al-Zaytun Indramayu menjadi viral pertama kali setelah diketahui pada saat ibadah Shalat Idul Fitri 1444 H mencampurkan jemaah wanita dan laki-laki dalam satu shaf hingga menjadi perbincangan publik. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Belakangan Ponpes Al-Zaytun kembali menuai kontroversi setelah kembali viral di media sosial dimana salah satu pimpinan Ponpes Al-Zaytun terlihat mengajak para santri untuk menyanyikan 'Salam Kristen'.


Pimpinan Ponpes Al-Zaytun Panji Gumilang dan Wakil Bupati Indramayu Lucky Hakim. (Tangkapan layar Instagram @say.kocak)

Klarifikasi  Lucky Hakim soal salam Yahudi di Ponpes Al-Zaytun

Lucky Hakim mengklarifikasi soal dirinya yang dituduh ikut menyanyikan salam Yahudi 'Havenu Shalom Alechem' di Ponpes Al-Zaytun Indramayu, Jawa Barat.

"Jadi itu awal tahun lalu 2022, menurut saya itu sudah hampir satu tahun. Terus kesana disambut sama kepengurusan (Al Zaytun) sama pak Syekh Panji Gumilang," tuturnya saat diwawancara khusus oleh tvOne.

Lucky Hakim mengaku bahwa saat itu dirinya diundang oleh Panji Gumilang untuk menghadiri acara ulang tahun, sang pimpinan Ponpes Al-Zaytun.

Di mana pada saat itu, mantan artis sinetron ini menyebut bahwa banyak tamu yang menghadiri acara yang diklaim sebagai acara ulang tahun Panji Gumilang.

"Banyak tamu (yang hadir) karena banyak mobil, tak hanya santri-santrinya. Ada sekitar 2000 orang lebih," ungkapnya.


Jawaban mantan Wakil Bupati Indramayu Lucky Hakim soal ikut menyanyikan salam Yahudi di Ponpes Al Zaytun.

Bahkan dalam acara tersebut hadir pula tamu dari luar negeri seperti dari Malaysia hingga Korea. Tak hanya umat muslim tapi juga umat non muslim.

Saat itu lumayan banyak orang penting yang memberikan sambutan termasuk dirinya, hingga tiba Panji Gumilang yang memberikan sambutan dengan disisipi nyanyian salam Yahudi, Havenu Shalom Aleichem.

Untuk diketahui, lagu tersebut merupakan lagu rohani Kristen yang sudah sangat populer. Dalam bahasa Ibrani, Havenu Shalom Aleichem memiliki arti ‘Semoga Damai menyertaimu’. Namun, ada juga yang menyebutkan hal itu sebagai ucapan salam orang Yahudi.

"Sambutan terakhir Pak Syekh bilang kita juga akan menyambut untuk sahabat kita, saya pikir sahabat kita yang non muslim, yang ada disini (dalam acara tersebut)," katanya. 

"Saya mengajak saudara-saudara untuk mengucapkan salam yang tidak Assalamualaikum saja, sambil kita bernyanyi, saya kira yang hadir walaupun tidak pandai, tapi bisa bernyanyi. Kita ucapkan kepada sahabat kita "havenu shalom aleichem", dalam bentuk bernyanyi. Silahkan berdiri, karena ini satu suro," ujar Panji Gumilang dalam video yang diunggah Instagram @say.kocak, yang dikutip Selasa (9/5/2023).

Pria yang menyatakan mundur sebagai wakil bupati Indramayu ini mengaku bingung saat Panji Gumilang mengajak salam Yahudi.

"Jadi saya juga yang lagi viral muka saya kebingungan, memang saya bingung," kata Lucky Hakim.

"Bingung (Panji Gumilang) mengajarkan salam yang hanya bukan Assalamualaikum saja. Tapi otak saya berpikir cepat karena ini untuk sahabat kita yang lain, saya pikir ini kayak salam sejahtera dan memang ada yang non muslim yaudah," tuturnya. 

"Katanya viral aliran sesat Lucky ikut nyanyi, Konteksnya sebenarnya pada saat itu kan mengajarkan salam untuk sahabat kita yang artinya non muslim," ungkapnya. 

Lucky Hakim mengaku ada satu hal yang tidak biasa di Al-Zaytun, tidak seperti di pesantren lainnya. 

"Insting saya mengatakan, bahwa ada sesuatu yang berbeda. Beda itu apakah menjadi salah atau benar harus dibuktikan," ujarnya.

"Kalau berbeda jelas berbeda. Akhirnya saya tahu bahwa saya tidak pernah menemui Kepala Pesantren, apalagi di pesantrennya salam Havenu Shalom Alechem, itu saya tidak pernah, baru kali ini," lanjutnya 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Saya bingung, kalau berbeda iya (berbeda), kalau benar atau salah saya tidak tahu?," pungkasnya. (muu/ind) 

Baca artikel terkini dari tvOnenews.com selengkapnya di Google News, Klik di sini

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT