News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Waspada, Gluten di Dalam Makanan Bisa Picu Alergi Serius, Ini Ciri-cirinya yang Sering Diabaikan

Waspada, gluten dalam makanan bisa picu alergi serius! Kenali gejala seperti gatal, sesak napas, hingga nyeri yang sering diabaikan agar tak berujung fatal.
Jumat, 24 Oktober 2025 - 16:58 WIB
Ilustrasi Roti
Sumber :
  • freepik/topntp26

tvOnenews.com - Gluten sering kali dianggap sebagai bahan makanan yang aman karena banyak ditemukan dalam makanan sehari-hari seperti roti, kue, pasta, atau mie.

Namun, siapa sangka bahwa zat ini ternyata bisa memicu reaksi alergi serius pada sebagian orang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kondisi ini dikenal sebagai alergi terhadap gluten atau dalam beberapa kasus lebih dikenal dengan istilah gluten intolerance dan celiac disease.

Dilansir dari kanal YouTube RS Darmo Surabaya, dr. Gatot Soegiarto menjelaskan bahwa alergi makanan terjadi ketika tubuh membentuk antibodi tertentu terhadap zat yang dianggap berbahaya.

“Alergi makanan adalah kondisi di mana tubuh membentuk antibodi yaitu imunoglobulin E terhadap makanan-makanan tertentu. Pencetus alergi makanan yang sering dijumpai adalah seafood, susu sapi, kedelai, atau kacang,” ujar dr. Gatot.

Dalam kasus gluten, tubuh bereaksi terhadap protein yang terkandung dalam gandum, barley, dan rye.

“Ketika pasien mengonsumsi makanan itu, maka terjadi ikatan antara molekul IGE yang ada di permukaan sel dengan antigen makanan tersebut. Dan ikatan itu akan merangsang degranulasi sel mast, mengeluarkan beberapa mediator inflamasi alergi seperti histamin dan lain-lain,” lanjut dr. Gatot.

Reaksi inilah yang menyebabkan berbagai gejala alergi makanan yang sering kali diabaikan.

Menurutnya, tanda-tanda alergi bisa muncul dalam waktu singkat setelah seseorang mengonsumsi makanan yang mengandung gluten.

“Gejalanya bisa berupa gatal-gatal di kulit, biduran, bengkak di wajah, di bibir, kelopak mata, rasa sulit menelan di tenggorokan, sesak napas, hidung buntu, bersin-bersin, nyeri perut, mual dan muntah, hingga diare dan kram perut,” jelasnya.

Meski begitu, tidak semua orang menyadari bahwa mereka memiliki alergi terhadap gluten.

Banyak yang mengira gejala-gejala seperti perut kembung, sakit kepala, atau lelah setelah makan hanyalah masalah pencernaan biasa.

Padahal, menurut penelitian medis, reaksi tubuh terhadap gluten bisa memengaruhi sistem imun dan pencernaan dalam jangka panjang jika tidak segera diatasi.

Beberapa ahli gizi juga menyebutkan bahwa penderita alergi gluten harus benar-benar menghindari semua produk yang mengandung gandum dan turunannya.

Itu termasuk makanan olahan seperti saus, sereal, dan camilan yang sering kali mengandung gluten tersembunyi.

Selain itu, terdapat perbedaan antara alergi gluten, intoleransi gluten, dan penyakit celiac.

Pada alergi gluten, reaksi tubuh melibatkan sistem kekebalan yang langsung memicu gejala seperti ruam dan pembengkakan.

Sementara intoleransi gluten lebih mengarah pada kesulitan tubuh mencerna protein gluten tanpa melibatkan antibodi, biasanya hanya menimbulkan gejala ringan seperti kembung atau nyeri perut.

Sedangkan penyakit celiac adalah kondisi autoimun yang lebih serius, di mana sistem imun menyerang lapisan usus halus ketika seseorang mengonsumsi gluten.

Kondisi ini bisa menyebabkan kerusakan permanen pada usus dan menghambat penyerapan nutrisi penting dari makanan.

Pakar kesehatan menekankan pentingnya mengenali gejala-gejala tersebut sejak dini.

Jika seseorang mengalami keluhan setelah makan makanan berbasis tepung gandum atau olahan gluten, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter spesialis alergi atau penyakit dalam untuk dilakukan pemeriksaan antibodi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tes darah atau tes kulit biasanya dilakukan untuk mengetahui apakah tubuh benar-benar memiliki reaksi alergi terhadap gluten.

Dengan mengenali dan menghindari makanan pemicu, gejala alergi bisa dikendalikan dan mencegah komplikasi yang lebih parah di kemudian hari. (adk)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Anton Sukartono Suratto, mendorong penguatan regulasi agar Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memiliki kewenangan lebih tegas dalam menangani konten hoaks di ruang digital.
Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kiper Cremonese yang juga penjaga gawang Timnas Indonesia Emil Audero menyampaikan pesan mengenai kondisinya setelah menjadi korban ledakan flare atau petasan -
Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Polda Metro Jaya mengamankan sebanyak 105 pelaku tawuran di wilayah hukumnya, dalam rangka Operasi Pekat Jaya 2026, yang dimulai sejak tanggal 28 Januari sampai dengan 11 Februari Tahun 2026.
Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Suporter Inter Milan resmi dijatuhi sanksi larangan menghadiri tiga laga tandang usai insiden pelemparan suar ke arah kiper Cremonese Emil Audero dalam laga ...
PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menegaskan dukungan penuh terhadap langkah diplomasi Presiden RI Prabowo Subianto, termasuk keputusan Indonesia terlibat aktif dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian.
Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Timnas futsal Indonesia akan menghadapi tantangan berat saat berjumpa Jepang pada babak semifinal Piala Asia Futsal 2026. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung

Trending

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman. John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT