News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Viral Kasus Bakery Gluten Free Palsu, Dokter Beberkan Bahaya Konsumsi Gluten untuk Lansia!

Viral kasus bakery gluten free palsu. Seorang balita alami alergi parah, dokter ungkap bahaya konsumsi gluten yang bisa ganggu pencernaan hingga imun tubuh.
Rabu, 22 Oktober 2025 - 18:17 WIB
Ilustrasi Gluten Free
Sumber :
  • Freepik/azerbaijan-stockers

tvOnenews.com - Sebuah toko roti daring dilaporkan ke Polda Metro Jaya karena diduga memasarkan produk roti dengan klaim gluten free palsu.

Kasus ini mencuat setelah seorang ibu melaporkan bahwa anaknya yang baru berusia 17 bulan mengalami reaksi alergi parah usai mengonsumsi roti dari toko tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut pengakuan sang ibu, selama beberapa waktu ia rutin mengonsumsi produk roti tersebut sambil menyusui anaknya yang menderita eksim akut.

Ia tak menyangka bahwa label gluten free yang tertera ternyata tidak sesuai dengan kenyataan.

Awalnya, sang ibu mengira penyebab kambuhnya ruam pada kulit anaknya berasal dari makanan lain.

Namun, pada 11 Agustus 2025, anaknya mencoba langsung potongan roti yang disebut bebas gluten itu. Hasilnya fatal, reaksi alergi hebat pun terjadi.

Wajah sang anak membengkak, kulitnya memerah dan terasa panas seperti terbakar.

Kondisi ini membuat publik geger dan menyoroti pentingnya kejujuran pelaku usaha dalam mencantumkan label kesehatan pada produk mereka.

Selain berisiko bagi anak-anak dan penderita alergi gluten, konsumsi gluten ternyata juga memiliki dampak berbahaya bagi para lansia.

Seorang dokter Neuropathic, Hans Kristian, ND, dilansir dari YouTube SB30Health mengungkapkan bahwa tubuh orang tua memiliki kemampuan pencernaan yang menurun seiring bertambahnya usia.

“Pertama, karena pencernaan protein biasanya melemah di orang tua. Seiring usia, kualitas asam lambung atau HCl juga menurun. Belum lagi, enzim pankreas ikut berkurang. Pankreas itu bukan cuma penghasil insulin, tapi juga enzim pencerna protein,” jelas Hans.

Ia menambahkan, sistem perlindungan di usus juga menjadi lebih rentan terhadap protein kompleks seperti gluten.

"Protein gluten dan zat lain yang ada dalam gandum bisa melemahkan barier di usus. Apalagi kalau orang tua rutin minum obat jenis NSAID seperti paracetamol, ibuprofen, atau obat maag seperti PPI. Obat-obatan ini bisa memperburuk kondisi usus,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Hans, masalah lain yang sering muncul pada lansia adalah menurunnya keberagaman mikrobiota usus, atau komunitas bakteri baik di saluran pencernaan.

Lansia umumnya mengalami penurunan nafsu makan, cenderung pilih-pilih makanan, dan sering mengonsumsi makanan rendah nutrisi.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT