Gaya Hidup Sehat Anti Gemuk Menurut Islam dan Rasulullah SAW, Begini Kata dr Zaidul Akbar, Ternyata Tidak Bertentangan Dengan....
- tim tvOnenews
tvOnenews.com - Hidup sehat merupakan idaman bagi semua orang, akan tetapi dewasa ini banyak orang yang terkena penyakit akibat pola hidup yang tidak sehat.
Dokter Zaidul Akbar menyampaikan bahwa saat dirinya belajar ilmu kedokteran, ia menemukan bahwa Islam ternyata sudah memberikan pedoman yang sangat jelas tentang bagaimana gaya hidup sehat.
Sehingga hal ini yang membuatnya menekuni itu, karena tidak bertentangan dengan ilmu manapun.
Karena Islam adalah agama yang sangat scientific, sehingga ketika digabungkan dengan Al-Quran dan sunnah Nabi SAW hal ini menjadi sangat indah dan relate dengan kehidupan.
Gaya Hidup Sehat menurut Islam dan Rasulullah SAW adalah dengan mengatur apa yang dimakan
dr. Zaidul Akbar menjelaskan gaya hidup sehat menurut Islam dan Rasulullah SAW kepada Helmi Yahya. Source: YouTube Helmi Yahya.
"Saya sering sampaikan bahwa, harusnya umat Islam ini jadi umat yang paling sehat. Kalau kita mengikuti apa yang disampaikan oleh Allah dalam Al-Quran dan tentunya petunjuk Nabi SAW," ujar dr. Zaidul Akbar.
"Karena Nabi adalah manusia yang paling sehat. Paling sehat," sambungya, dilansir dari YouTube Helmi Yahya, Kamis (24/08/23).
Menurut dr. Zaidul Akbar, salah satu akibat dari gaya hidup sehat yang melenceng adalah kegemukan atau obesitas, meskipun dalam Islam sendiri, kegemukan tidak dilarang.
Pada umumnya kegemukan laki-laki terjadi di area perut, sedangkan perempuan itu umumnya ke belakang, yakni area pantat atau bokong dan paha.
Menurut dr. Zaidul Akbar, dari penelitian yang dibacanya, ternyata pada laki-laki terdapat enzim yang bisa mengconvert saat terjadi lemak berlebih dalam tubuh.
Pada laki-laki, enzim tesebut akan mengubah testosteron ke hormon estrogen.
"Jadi laki-laki yang berlebihan berat badannya, maka akan ada enzim yang mengubah lemak tadi, mungkin tidak semua. Mengubah si lemak tadi menjadi hormon wanita," terang dr. Zaidul Akbar.
"Jadi begitu? Jadi kalo makin gendut, seorang laki-laki akan makin feminim?." tanya Helmi Yahya. "Saya tidak mengatakan feminim, tapi hormon laki-lakinya berkurang," ungkap dr. Zaidul Akbar.
Load more