Siap-siap Ancaman El Nino Godzilla, Amran Ungkap Strategi Hadapi Kemarau Ekstrem Panjang: Sudah Berpengalaman
- Komdigi
Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman angkat bicara mengenai ancaman El Nino Godzilla yang mengintai Indonensia.
Menukil keterangan BMKG, istilah El Nino “Godzilla” merupakan kemungkinan terjadinya kombinasi fenomena El Nino Southern Oscillation (ENSO) positif dengan Indian Ocean Dipole (IOD) positif.
Sederhananya, El Nino ini dikhawatirkan akan berkembang sangat besar dan membawa dampak luas, terutama kekeringan, berkurangnya air, gangguan pertanian, dan tekanan pada pangan.
Merespons hal tersebut, Mentan Amran menegaskan bahwa Indonesia memiliki pengalaman yang cukup dalam menghadapi fenomena El Nino.
Pengalaman tersebut menjadi modal untuk menjaga stabilitas produksi pangan melalui langkah adaptasi dan mitigasi yang terencana.
"Godzilla kan katanya kering enam bulan. Tapi sepertinya masih lebih tinggi dulu El Nino yang dulu (tahun) 2015. Kami sudah pengalaman mengelola El Nino bersama teman-teman. 2015, 2023, 2024. La Nina, El Nino," kata Mentan saat meninjau Gudang Perum Bulog Panaikang di Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (5/4/2026).
Ia mengakui dampak cuaca panas ekstrem mulai terasa dan berpotensi memengaruhi produksi pertanian.
Namun, pemerintah dinilai telah memiliki pengalaman menghadapi kondisi serupa pada tahun-tahun sebelumnya.
Menurutnya, berbagai langkah strategis telah disiapkan untuk memperkuat sistem produksi pangan, termasuk peningkatan pompanisasi dan optimalisasi lahan rawa.
Kementerian Pertanian akan mengoptimalkan penggunaan 80.158 unit pompa air yang telah disalurkan kepada kelompok tani pada 2025 guna mengantisipasi kekeringan akibat El Nino yang diperkirakan terjadi mulai April 2026.
Selain itu, pemerintah berencana menambah sekitar 40 ribu unit pompa air untuk menghadapi potensi kemarau panjang tahun ini, sehingga ketersediaan air bagi sektor pertanian tetap terjaga.
“Aku tambah pompanisasi. Ya, mudah-mudahan 40 ribu. Jadi, semakin kuat. Jadi, nggak usah khawatir El Nino karena pertahanan kita kuat. Karena kita sudah ada pompanisasi, sudah ada irigasi, kemudian oplah tanah rawa yang kita tanami dulu, kita perbaiki irigasinya, tanam 1 kali, jadi 2 kali, 3 kali,” jelasnya.
Ia mengimbau masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ancaman cuaca ekstrem karena pemerintah telah menyiapkan langkah mitigasi yang terukur.
“Jadi, sudah aman. Pangan aman,” tegasnya.
Amran juga menegaskan ketahanan pangan nasional saat ini berada dalam kondisi kuat, didukung oleh cadangan beras yang melimpah. Stok beras pemerintah yang tersimpan di gudang Bulog disebut mencapai sekitar 4,5 juta ton pada awal April 2026, tertinggi sepanjang sejarah.
Selain cadangan pemerintah, ia menyebut ketersediaan pangan juga berasal dari sektor lain serta potensi produksi yang tengah berjalan.
“Yang kedua adalah yang ada di Horeka (hotel, restoran, kafe/katering) sesuai data kita yang kelola itu 12,5 juta ton. Kemudian standing crop kita yang ditanam sekarang siap panen, itu 11 juta ton. Berarti sudah 23 juta ton,” jelasnya.
Dengan total ketersediaan tersebut, pemerintah memperkirakan kebutuhan pangan nasional dapat terpenuhi dalam jangka panjang, bahkan melampaui periode puncak kekeringan.
“Artinya 11 bulan ke depan ini aman. Stok untuk rakyat Indonesia 11 bulan ke depan aman. Sedangkan kekeringan 6 bulan. Berarti aman kan?” ujarnya. (ant/rpi)
Load more