Beras SPHP Ukuran 2 Kg Segera Hadir, Mentan Ungkap sedang Tahap Desain Kemasan
- Dok. Kementan
Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa kemasan beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ukuran 2 kilogram saat ini tengah dalam tahap perancangan sebelum nantinya dapat didistribusikan secara luas kepada masyarakat.
Hal itu disampaikan Mentan di sela peninjauan Gudang Bulog Panaikang di Makassar bersama Wakil Direktur Utama Perum Bulog Marga Taufiq. Amran menjelaskan bahwa beras SPHP sebenarnya telah mulai disalurkan dalam kemasan 5 kilogram.
Sementara itu, kemasan yang lebih kecil tengah disiapkan untuk menyesuaikan kebutuhan masyarakat di lapangan.
"Beras SPHP (kemasan 5 kg) sudah disalurkan sekarang. Yang beras kemasan lebih kecil (2 kg) lagi didesain, itu akan cepat," kata Mentan, Kami
Ia menegaskan, setelah desain kemasan 2 kilogram rampung, proses persetujuan akan segera dilakukan tanpa penundaan. Bahkan, ia siap menandatangani persetujuan pada hari yang sama demi mempercepat distribusi.
"Segera, ini begitu selesai langsung saya tanda tangan. Kalau hari ini selesai, hari ini saya tanda tangan," ujarnya.
Menurut Amran, kebijakan tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memberikan pelayanan cepat kepada masyarakat, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar setiap kebutuhan rakyat dapat direspons secara tepat dan cepat.
Terkait harga, ia memastikan beras SPHP kemasan 2 kilogram akan dijual dengan harga maksimal Rp12.500 per kilogram, sehingga tetap terjangkau tanpa perbedaan harga.
Selain itu, ia menjamin stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dalam kondisi aman untuk mendukung program SPHP sepanjang tahun 2026.
"Yang jelas sekarang bantuan pangan kita sudah salurkan. Yang jelas beras banyak. Kalau ukurannya tinggal diatur," tuturnya.
Amran menambahkan, rencana menghadirkan kemasan kecil merupakan respons atas kebutuhan masyarakat, khususnya pekerja harian, agar memiliki opsi pembelian yang lebih fleksibel.
"Ya itulah permintaan masyarakat. Karena tidak mungkin permintaan Bulog, tidak mungkin permintaan Bapanas (Badan Pangan Nasional). Kalau rakyat yang butuh, kita bertindak untuk rakyat karena ada buruh harian, macam-macam," tutur Amran.
Sebelumnya, Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyampaikan bahwa penyaluran beras SPHP akan berlangsung sepanjang 2026 dengan target mencapai 828 ribu ton guna menjaga pasokan dan stabilitas harga beras nasional.
Load more