IHSG Masih Merah, Airlangga Buka-bukaan: Investor Asing Masuk, Saham Tak Likuid Ditinggal
- tvOnenews - Abdul Gani Siregar
Bogor, tvOnenews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang masih bergerak di zona merah pada awal perdagangan Senin (2/2/2026) tidak serta-merta mencerminkan hilangnya kepercayaan investor.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menegaskan justru terdapat sinyal positif dari arus dana asing yang kembali masuk ke pasar modal Indonesia.
Hal itu disampaikan Airlangga saat ditemui usai Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah 2026 di Sentul International Convention Centre (SICC), Bogor, Jawa Barat.
“IHSG pertama kita lihat terjadi net inflow asing. Net inflow asing berarti kepercayaan asing terhadap perbaikan itu ada,” kata Airlangga.
Menurut Airlangga, pelemahan IHSG lebih dipicu oleh aksi jual pada saham-saham tertentu yang dinilai berpotensi tidak likuid.
Ia menjelaskan, sebagian investor ritel terdorong fenomena fear of missing out (FOMO) sehingga sebelumnya masuk ke saham-saham yang kini terimbas rencana pengetatan regulasi.
“Tetapi kami lihat saham-saham yang potensi tidak likuid, itu kalau di pasar modal kan investor-investor banyak yang ikut, yang kita sering sebut fear of missing out,” ujarnya.
Airlangga menyebut, saham-saham tersebut termasuk kategori yang kerap disebut sebagai saham “olahan”, yang ke depan diwajibkan menaikkan porsi free float hingga 15 persen. Kondisi itu mendorong investor melakukan aksi lepas saham lebih awal.
“Nah fear of missing out ini terjadi dari investor yang berpikir bahwa saham-saham yang sekarang mereka invest itu termasuk yang saham kita sebut saham olahan. Sehingga itu nanti akan terkena regulasi yang harus naik free float-nya ke 15^,” jelas Airlangga.
Meski demikian, ia menegaskan tidak semua saham mengalami tekanan. Saham-saham dengan fundamental kuat justru masih menunjukkan penguatan di tengah volatilitas pasar.
“Sehingga dengan demikian mereka melepas saat sekarang. Tetapi kalau kita lihat saham-saham yang fundamentalnya bagus juga ada naik,” tambahnya.
Airlangga juga mengungkapkan bahwa komunikasi dengan Morgan Stanley Capital International (MSCI) tetap berjalan. Pertemuan antara MSCI dan Bursa Efek Indonesia (BEI) dilakukan secara daring dan menjadi bagian dari upaya menjaga kepercayaan investor global.
Load more