Airlangga Dorong Metode Closed Loop Pertanian di 80 Ribu Desa untuk Angkat Ekonomi Pedesaan
- tvOnenews.com/Abdul Gani Siregar
Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan pemerintah memasukkan sektor pangan sebagai prioritas strategis dalam agenda pembangunan ekonomi jangka panjang.
Dalam hal ini dia menilai ketahanan pangan tidak hanya menyangkut ketersediaan komoditas, tetapi juga ekosistem produksi yang mampu menggerakkan investasi, koperasi, dan teknologi pertanian di tingkat akar rumput.
“Nah ketahanan pangan adalah kerja bersama. Jadi sudah tepat, Kadin mendorong ini menjadi hal yang utama dan ekosistem food estate adalah baik. Dan dalam pertemuan yang lalu saya ingat bahwa Kadin memelopori yang namanya closed loop system untuk agriculture,” ujar Airlangga dalam acara Road to Jakarta Food Security Summit 2026 di Menara Kadin Indonesia, Jakarta Selatan, Selasa (13/1/2026).
Konsep kemitraan pertanian closed loop system (siklus tertutup) yang dipelopori sektor swasta dinilai penting karena menghubungkan petani, koperasi, pembeli, hingga permodalan dalam satu rantai.
Model ini memberikan kepastian pasar bagi petani sekaligus mendorong efisiensi produksi. Airlangga menyebut penerapan sistem tersebut di skala nasional dapat memperkuat food estate dan memperbesar kontribusi sektor pangan terhadap ekonomi desa.
“Nah ini saya pikir ini baik karena closed loop ini kalau kita kembangkan closed loop di 80 ribu desa. Maka tentu closed loop ini juga bisa men-support MBG (Makan Bergizi Gratis). Maka multiplier effect terhadap pertumbuhan ekonomi di pedesaan itu akan sangat besar,” ucapnya.
Menurut Airlangga, pilot project yang sudah dijalankan Kadin Indonesia berpotensi direplikasi secara masif melalui wadah koperasi. Replikasi ini memungkinkan pengembangan protein berbasis ikan, ayam, maupun sumber pangan lokal lain yang sesuai dengan karakteristik masing-masing daerah.
“Dan mungkin dengan beberapa pilot project dari closed loop yang didorong oleh Kadin. Nah ini bisa direplikasi ke 80 ribu koperasi merah putih sehingga nanti itu bisa didorong apakah itu nanti proteinnya berbasis ikan, protein berbasis ayam, atau berbasis sumber-sumber lain yang tersedia di tempat masing-masing,” katanya.
Pemerintah menilai pendekatan tersebut dapat menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi baru di pedesaan, sekaligus memperkuat rantai pasok pangan yang selama ini rentan oleh cuaca, logistik, dan volatilitas harga. (agr/rpi)
Load more