Pasar Saham RI Menguat saat Eskalasi AS-Venezuela Memanas, Purbaya: Agak Aneh, Tapi Itu yang Dilihat Pasar
- Tim tvOnenews/Abdul Gani Siregar
Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa angkat bicara soal ketegangan politik antara Amerika Serikat dan Venezuela.
Ia menilai eskalasi kedua negara belum menimbulkan dampak berarti terhadap perekonomian Indonesia, terutama di pasar saham.
Menkeu Purbaya malah menyampaikan bahwa respons pasar justru bergerak ke arah positif setelah munculnya isu eskalasi politik tersebut. Pergerakan indeks menunjukkan sentimen investor yang relatif kondusif.
"Kalau saya lihat sih agak jauh, kalau anda lihat pasar saham kan malah naik kan, jadi mereka melihat justru sedikit positif kan, agak aneh sebenarnya. Tapi itu yang dilihat pasar," kata Purbaya sebelum mengikuti rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (5/1/2026).
Dari perspektif makroekonomi, Purbaya menilai potensi dampak konflik AS dan Venezuela terhadap Indonesia masih terbatas.
Salah satu faktornya adalah peran Venezuela yang sudah lama tidak dominan dalam pasar minyak global akibat keterbatasan kapasitas produksi.
Ia menambahkan, tekanan terhadap nilai tukar rupiah juga belum terlihat sebagai dampak dari eskalasi politik kedua negara tersebut.
"Harusnya positif," imbuhnya.
Diketahui, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin sore ditutup menguat mencapai level tertinggi sepanjang masa. Melonjaknya IHSG itu seiring data perekonomian domestik yang tercatat stabil.
IHSG ditutup menguat 111,06 atau 1,27 persen ke posisi 8.859,19. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 7,77 poin atau 0,91 persen ke posisi 859,77.
Penguatan IHSG didukung oleh stabilitas makroekonomi, optimisme awal tahun, serta peralihan investasi ke saham sektor komoditas energi dan emas yang dinilai diuntungkan oleh ketidakpastian global.
Sementara itu, Pengamat Pasar Modal Indonesia Reydi Octa menyebut stabilitas ekonomi domestik menjadi penopang utama kinerja Indeks Harga Saham Gabungan di tengah isu konflik geopolitik AS dan Venezuela.
"Penguatan IHSG hari ini lebih didorong sentimen domestik dan regional, bukan konflik AS dan Venezuela," ujar Reydi saat dihubungi Antara di Jakarta, Senin.
Menurut Reydi, pelaku pasar menilai konflik tersebut belum berdampak sistemik terhadap pasar keuangan global. Kondisi ini membuat investor tidak melakukan aksi jual besar-besaran. (ant/rpi)
Load more