PIHPS: Harga Cabai Rawit Tembus Rp80.700 per Kg, Telur Ayam Rp32.650 per Kg di Pasar Nasional
- Julio Trisaputra/tvOnenews
Jakarta, tvOnenews.com - Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia kembali merilis perkembangan harga sejumlah komoditas pangan di pasar nasional. Per Jumat (12/12) pukul 07.40 WIB, sejumlah pangan strategis mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan, terutama cabai rawit merah dan telur ayam ras.
Dalam laporan yang dirilis pagi ini, cabai rawit merah tercatat menyentuh harga Rp80.700 per kilogram. Sementara itu, telur ayam ras berada di posisi Rp32.650 per kilogram. Kenaikan harga dua komoditas ini memberi tekanan baru pada inflasi pangan menjelang akhir tahun, di tengah meningkatnya permintaan masyarakat.
Harga Bahan Pokok Lain Juga Bergerak Naik
Selain cabai rawit merah dan telur ayam, PIHPS mencatat pergerakan harga pada berbagai komoditas lain di tingkat pedagang eceran. Bawang merah, salah satu kebutuhan dapur utama, berada pada harga Rp52.500 per kilogram. Adapun bawang putih tercatat di kisaran Rp39.900 per kilogram.
Untuk komoditas beras yang menjadi penyumbang inflasi terbesar dalam beberapa bulan terakhir, harga di pasar nasional masih cukup bervariasi. Beras kualitas bawah I dan bawah II sama-sama berada pada level Rp14.350 per kilogram. Sementara beras kualitas medium I dijual seharga Rp15.900 per kilogram, dan medium II sedikit lebih rendah di angka Rp15.750 per kilogram.
Beras kualitas super juga mengalami pergerakan. Kualitas super I berada pada harga Rp17.100 per kilogram, sedangkan super II berada di level Rp16.600 per kilogram. Angka ini menunjukkan stabilnya harga beras premium di tengah fluktuasi pasokan dan permintaan.
Komoditas Cabai Masih Jadi Penyumbang Fluktuasi Tinggi
Komoditas cabai, yang dikenal sangat sensitif terhadap kondisi cuaca dan distribusi, kembali mencatatkan harga tinggi. Selain cabai rawit merah yang mencapai Rp80.700 per kilogram, komoditas cabai lainnya juga mengalami kenaikan signifikan.
Cabai merah besar kini berada pada harga Rp58.900 per kilogram. Cabai merah keriting tercatat lebih tinggi dengan harga Rp65.400 per kilogram. Sementara cabai rawit hijau, meski tidak setinggi cabai rawit merah, tetap memiliki harga yang cukup tinggi yaitu Rp60.400 per kilogram.
Kenaikan harga cabai umumnya dipengaruhi faktor cuaca, pasokan dari sentra produksi, hingga meningkatnya permintaan menjelang akhir tahun. Kondisi hujan yang terjadi di sejumlah wilayah turut memengaruhi produksi dan distribusi.
Harga Daging Mengalami Pergerakan Bervariasi
Harga daging ayam ras berada pada posisi Rp41.000 per kilogram. Sementara daging sapi menunjukkan selisih harga yang cukup besar antara kualitas I dan II. Daging sapi kualitas I berada di level Rp141.050 per kilogram, sedangkan kualitas II tercatat Rp133.050 per kilogram.
Fluktuasi harga daging sapi biasanya dipengaruhi oleh pasokan impor, stok di Rumah Pemotongan Hewan (RPH), serta permintaan konsumsi rumah tangga dan usaha makanan.
Gula dan Minyak Goreng Ikut Alami Kenaikan
Untuk komoditas gula, PIHPS mencatat dua jenis yang beredar di tingkat konsumen. Gula pasir kualitas premium mencapai Rp19.800 per kilogram, sementara gula pasir lokal berada pada Rp18.150 per kilogram. Selisih harga ini menunjukkan perbedaan kualitas dan sumber pasokan antara gula produksi lokal dan olahan pabrik premium.
Minyak goreng juga masih menjadi perhatian, terutama setelah beberapa tahun terakhir harga komoditas ini mengalami dinamika tajam. Minyak goreng curah kini berada pada posisi Rp18.800 per liter. Sementara minyak goreng kemasan bermerek I dijual Rp22.450 per liter, dan merek II sedikit lebih murah di angka Rp21.500 per liter.
Tren Kenaikan Harga Perlu Diawasi Jelang Akhir Tahun
Dengan berbagai komoditas yang menunjukkan kenaikan, kondisi harga pangan nasional diperkirakan masih akan mengalami fluktuasi hingga akhir tahun. Pemerintah dan Bank Indonesia diperkirakan terus melakukan pemantauan terhadap pasokan, distribusi, serta potensi gangguan cuaca yang dapat memengaruhi harga pangan.
Kenaikan harga cabai dan telur ayam, sebagai dua komoditas yang paling banyak dikonsumsi rumah tangga, menjadi indikator penting bagi stabilitas pangan. Pemantauan ketat terhadap pasokan di sentra produksi dan kelancaran distribusi diperkirakan menjadi kunci untuk menekan inflasi pangan dalam beberapa minggu ke depan.
Laporan PIHPS ini diharapkan menjadi acuan bagi pelaku usaha, pedagang, dan rumah tangga dalam memantau pergerakan harga pangan strategis di pasar nasional. (ant/nsp)
Load more