Prabowo: Tak Boleh Ada Rakyat Lapar di Negeri Merdeka!
- Taufik-tvOne
Jakarta, tvOnenews.com – Presiden RI, Prabowo Subianto, menegaskan komitmennya terhadap prinsip ekonomi Indonesia bersifat kekeluargaan sebagai pondasi utama pembangunan nasional.
Dalam pidatonya pada Sarasehan Ekonomi di Menara Mandiri, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (8/4/2025), Prabowo menolak keras praktik ekonomi yang mengabaikan nilai-nilai keadilan sosial.
“Kita tidak mau menjual kekayaan kita dengan murah, kita tidak mau menjual tanah kita kepada bangsa asing dengan murah, semua tujuannya persatuan Indonesia, kemanusiaan,” tegas Presiden Prabowo.
Dia menyampaikan, pemerintah tidak akan membiarkan masyarakat yang lemah tertinggal dalam persaingan global. Ia menyebutkan bahwa fondasi pembangunan ekonomi nasional harus menjamin kesejahteraan semua lapisan masyarakat.
“Kita tidak mau yang lemah ditinggal, kita tidak mau yang miskin disuruh bersaing dengan yang kuat. Saudara-saudara, ini dasar kerakyatan dan tujuan terakhirnya adalah keadilan sosial,” lanjutnya.
Mengacu pada Pasal 33 UUD 1945, Prabowo menegaskan bahwa sistem ekonomi Indonesia harus berasaskan kekeluargaan. Ia menilai bahwa dalam negara merdeka yang telah berdiri selama 80 tahun, tidak seharusnya masih ada rakyat yang kelaparan atau tinggal di kolong jembatan.
“Saya ulangi, perekonomian kita asasnya adalah kekeluargaan, tidak boleh ada yang lapar di republik merdeka 80 tahun. Tidak boleh ada yang tinggal di bawah kolong jembatan, ini menusuk rasa keadilan. Tidak boleh ada orang yang tidak makan,” katanya penuh penekanan.
Prabowo menjelaskan bahwa strategi ekonomi pemerintahannya selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Fokus utama diarahkan pada ketahanan pangan, energi, air, dan industrialisasi demi menciptakan nilai tambah dalam negeri.
“Strategi kita ternyata adalah sejalan dengan PBB, dengan UN, sustainable development goals yang utama adalah food, energy, water dan sasaran SDG lainnya. Karena itu swasembada pangan menjadi sasaran kita, swasembada energi, swasembada dan manajemen air yang baik dan tentunya industrialisasi supaya nilai tambah ada di republik kita,” pungkas Prabowo.
Dengan semangat ekonomi kekeluargaan dan keberpihakan terhadap rakyat kecil, Prabowo menegaskan bahwa keadilan sosial bukan sekadar tujuan, melainkan landasan dari seluruh arah pembangunan nasional. (agr)
Load more