55 Kasus PMK Terdeteksi di Kulon Progo dan Bantul, Sampel Diambil dan Vaksinasi Digencarkan
- Tim tvOne - Sri Cahyani Putri
Yogyakarta, tvOnenews.com - Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) kembali merebak di wilayah DI Yogyakarta pada awal 2026 ini.
Berdasarkan data yang dihimpun, tercatat ada 55 kasus PMK yang terdeteksi baik di Kabupaten Kulon Progo maupun Bantul.
Munculnya kasus tersebut memicu kewaspadaan pemerintah setempat sehingga pengambilan sampel dan vaksinasi terus digencarkan.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Pangan Kulon Progo, Yuriati menyebut, ada 39 hewan ternak di wilayahnya yang terjangkit PMK. Puluhan kasus ditemukan di 3 kapanewon di daerah ini.
"39 kasus PMK tersebar di Wates 16 kasus, Lendah 13 kasus dan Temon 10 kasus," ucapnya, Jumat (23/1/2026).
Berbagai langkah cepat penanganan pun dilakukan oleh pemerintah setempat. Salah satunya dengan mengambil sampel hewan ternak yang diduga terjangkit PMK, mulai dari cairan di hidung dan mulut maupun darah dari hewan tersebut.
Selain itu, peternak diajak untuk rutin melakukan penyemprotan desinfektan secara berkala dan memperketat lalu lintas hewan ternaknya.
Serta tak kalah penting yaitu menggencarkan vaksinasi. Upaya ini juga dilakukan oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul.
Pada tahun ini, pihaknya menyiapkan ribuan dosis vaksinasi untuk tahap I.
"Periode Januari - Maret 2026, target 6.000 dosis vaksin terdistribusikan," kata Novriyeni, Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DKPP Bantul.
Pemberian vaksin PMK menyusul ditemukannya 16 kasus di Kabupaten Bantul. Belasan kasus tersebar di enam kapanewon, meliputi Imogiri 5 kasus, Pleret 4 kasus, Bambanglipuro, Pundong dan Sanden masing-masing 2 kasus, serta Pandak 1 kasus.
Kendati demikian, belum ada laporan terkait kematian hewan akibat PMK di dua wilayah tersebut. (scr/buz)
Â
Load more