News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Tolak PSU jilid 2, Ribuan Masyarakat Siak Lakukan Aksi di Kantor KPU dan Bawaslu

Aksi yang digelar oleh Aliansi Masyarakat Siak ini diikuti oleh warga dari berbagai daerah di 14 kecamatan. Mereka memenuhi jalanan dengan membawa spanduk dan melakukan orasi secara bergantian.
Senin, 28 April 2025 - 19:58 WIB
Dokumentasi
Sumber :
  • Istimewa

Pekanbaru, tvOnenews.com – Ribuan masyarakat Kabupaten Siak menggelar aksi damai di depan kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Siak, Senin (28/4/2025). Aksi ini dilakukan untuk menyatakan penolakan terhadap rencana pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) jilid dua pada Pilkada Kabupaten Siak.

Aksi yang digelar oleh Aliansi Masyarakat Siak ini diikuti oleh warga dari berbagai daerah di 14 kecamatan. Mereka memenuhi jalanan dengan membawa spanduk dan melakukan orasi secara bergantian.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam aksinya, massa meminta KPU dan Bawaslu Kabupaten Siak untuk bersikap netral serta memberikan keterangan sejelas-jelasnya di persidangan Mahkamah Konstitusi (MK) mendatang. Mereka berharap, sikap netral penyelenggara pemilu dapat mempercepat penyelesaian kisruh Pilkada Siak yang dinilai semakin rumit dan berlarut-larut.

“Kami masyarakat Kabupaten Siak dari 14 kecamatan menggeruduk KPU dan Bawaslu untuk memohon agar mereka taat pada regulasi yang ada,” kata Ariadi Tarigan, Koordinator Aksi, saat berorasi di tengah massa.

Ariadi menyampaikan kritik terhadap kinerja KPU dan Bawaslu, serta menolak rencana PSU jilid dua yang saat ini masih berproses di Mahkamah Konstitusi. Ia menilai, polemik terkait PSU jilid dua sudah melebar menjadi persoalan pribadi antarcalon.

“Di mana PSU jilid II ini dinilai sudah masuk dalam masalah pribadi calon. Maka kami hari ini meminta Bawaslu dan KPU berjalan pada koridor hukum yang berlaku. Sebab kami menolak PSU kembali dilakukan,” tegas Ariadi.

Ia juga menyoroti dampak ekonomi akibat kisruh Pilkada yang berkepanjangan. Menurut Ariadi, kondisi ekonomi masyarakat Siak kini merosot tajam.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kondisi Siak saat ini tidak baik-baik saja. Ekonomi kita amburadul karena PSU. Mohon kepada KPU dan Bawaslu taat aturan yang berlaku,” ujarnya.

Massa berharap, dengan aksi damai ini, penyelesaian sengketa Pilkada dapat segera tuntas tanpa harus mengorbankan kestabilan daerah.

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Anton Sukartono Suratto, mendorong penguatan regulasi agar Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memiliki kewenangan lebih tegas dalam menangani konten hoaks di ruang digital.
Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kiper Cremonese yang juga penjaga gawang Timnas Indonesia Emil Audero menyampaikan pesan mengenai kondisinya setelah menjadi korban ledakan flare atau petasan -
Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Polda Metro Jaya mengamankan sebanyak 105 pelaku tawuran di wilayah hukumnya, dalam rangka Operasi Pekat Jaya 2026, yang dimulai sejak tanggal 28 Januari sampai dengan 11 Februari Tahun 2026.
Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Suporter Inter Milan resmi dijatuhi sanksi larangan menghadiri tiga laga tandang usai insiden pelemparan suar ke arah kiper Cremonese Emil Audero dalam laga ...
PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menegaskan dukungan penuh terhadap langkah diplomasi Presiden RI Prabowo Subianto, termasuk keputusan Indonesia terlibat aktif dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian.
Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Timnas futsal Indonesia akan menghadapi tantangan berat saat berjumpa Jepang pada babak semifinal Piala Asia Futsal 2026. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung

Trending

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman. John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT