News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Ratusan Massa Demo Bawaslu Tuntut Pecat Komisioner KPU dan Bawaslu Tapteng, Ini Alasannya

Ratusan massa yang menamakan diri Aliansi Suara Pemuda Revolusioner (Super) menggelar unjuk rasa di depan Kantor Bawaslu Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng),
Jumat, 14 Juli 2023 - 20:48 WIB
Pengunjuk rasa saat berdemonstrasi di depan Kantor Bawaslu Tapteng.
Sumber :
  • Tim tvOne/Syaren

Tapteng, tvOnenews.com - Ratusan massa yang menamakan diri Aliansi Suara Pemuda Revolusioner (Super) menggelar unjuk rasa di depan Kantor Bawaslu Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara, Jumat (14/7/2023). 

Massa yang berasal dari organisasi kepemudaan di Kabupaten Tapteng, menuntut agar Komisioner KPU Tapteng dan Bawaslu Tapteng segera dipecat, karena adanya dugaan kecurangan dan ketidaktransparanan dalam seleksi Panitia Pemungutan Suara (PPS) oleh Komisioner KPU Tapteng.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam aksi unjuk rasa tersebut, massa membawa spanduk yang memperlihatkan foto Komisioner KPU Tapteng dalam satu pertemuan dengan seorang Anggota DPR RI, Masinton Pasaribu dan pimpinan parpol tertentu. Dalam spanduk itu mereka menyebut bahwa pertemuan itu adalah rapat konspirasi

Massa meminta Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) untuk memberikan sanksi pemberhentian tetap kepada Komisioner KPU dan Bawaslu Tapteng.

Saat berlangsung unjuk rasa, DKPP sendiri saat itu sedang mengadakan sidang kode etik terhadap Komisioner KPU Tapteng di Kantor Bawaslu Kabupaten Tapteng.

Para pengunjuk rasa juga menuntut agar DKPP membatalkan surat keputusan KPU Tapteng mengenai penetapan dan pengangkatan PPS di Kabupaten Tapanuli Tengah, serta memerintahkan KPU Tapteng untuk melakukan seleksi ulang anggota PPS.

Tidak hanya itu, massa juga meminta DKPP untuk segera memerintahkan KPU Tapteng melakukan seleksi ulang terhadap PPK Sitahuis yang diduga melakukan pemalsuan tanda tangan kepala desa. Kasus dugaan pemalsuan tersebut yang saat ini sedang ditangani oleh Polres Tapteng.

Koordinator Sekretariat (Koorsek) Bawaslu Tapteng, Taufan Iqbal Effendi, menerima kedatangan massa pengunjuk rasa tersebut, dan meminta massa tenang untuk menunggu hasil sidang kode etik yang saat itu sedang berlangsung.

"Bahwa kami di sini bersama DKPP sedang melakukan sidang kode etik. Jadi kami harap agar tetap tenang menunggu keputusan sidang," kata Taufan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun pengunjuk rasa ngotot ingin masuk ke dalam ruangan di Kantor Bawaslu Tapteng untuk bersama-sama menyaksikan sidang kode etik terhadap komisioner KPU dan Bawaslu Tapteng, dan diperbolehkan masuk melalui tiga orang perwakilan massa.

Aksi unjuk rasa yang mendapat pengawalan ketat dari Polres Tapteng akhirnya membubarkan diri setelah perwakilan pengunjuk rasa keluar dari ruang sidang di Kantor Bawaslu Tapteng. (ssg/wna)

Halaman Selanjutnya :
Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Suporter Inter Milan resmi dijatuhi sanksi larangan menghadiri tiga laga tandang usai insiden pelemparan suar ke arah kiper Cremonese Emil Audero dalam laga ...
PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menegaskan dukungan penuh terhadap langkah diplomasi Presiden RI Prabowo Subianto, termasuk keputusan Indonesia terlibat aktif dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian.
Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Timnas futsal Indonesia akan menghadapi tantangan berat saat berjumpa Jepang pada babak semifinal Piala Asia Futsal 2026. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung
Fantastis, Segini Barang Bukti Hasil OTT KPK di Kantor Pajak Banjarmasin

Fantastis, Segini Barang Bukti Hasil OTT KPK di Kantor Pajak Banjarmasin

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang senilai Rp 1 miliar dari operasi tangkap tangan (OTT) di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.

Trending

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman. John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT