Kades di Magetan Cabuli Mahasiswi KKN, Warga Kediren Beramai-ramai Ajukan Mosi ke Camat
- Istimewa
Magetan, tvOnenews.com - Sejak tiga hari terakhir jagad media sosial di Magetan tengah ramai memperbincangkan adanya dugaan pencabulan atau pemerkosaan yang dilakukan oleh DHS Kepala Desa (Kades) Kediren, Kecamatan Lembeyan, Kabupaten Magetan, terhadap satu di antara mahasiswi yang tengah melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN), di desa tersebut.
Kabar ini pun kini viral di media sosial, bahkan salah satu akun di Facebook dengan nama Andayani Sera menyebutkan dalam postingannya pada tanggal 1 Februari 2023, menanyakan kepada Kapolres Magetan AKBP Moh Ridwan terkait adanya kasus pemerkosaan mahasiswi yang KKN oleh Kades Kediren, Kecamatan Lembeyan, Kabupaten Magetan.
Unggahan tersebut langsung direspon warga masyarakat Kediren dengan meluruk ke Kantor Kecamatan Lembeyan Jumat (3/2/2023) untuk mempertanyakan kebenaran kasus tersebut.
Pasalnya warga masyarakat Kediren juga mendengar kabar bahwa adanya penarikan mahasiswa KKN dari Desa Kediren oleh pihak kampus.
![]()
Tangkapan Layar Facebook soal Viralnya Kades Cabuli Mahasiswi KKN di Magetan
Bahkan, warga juga menuntut Camat Lembeyan Samsi Hidayat untuk melaporkan Kades Kediren kepada Bupati Magetan Suprawoto untuk menonaktifkanya.
Devri (30) warga Kediren sebagai perwakilan warga masyarakat mengaku adanya kejanggalan terhadap kasus tersebut dan menyatakan mosi tidak percaya. Sehingga menuntut pihak Kecamatan untuk mengusut tuntas dugaan pencabulan yang dilakukan oleh DHS.
“Tuntutan kami warga Desa Kediren menyatakan mosi tidak percaya kepada saudara Dwi Hari Susanto selaku kades Kediren, berdasarkan fakta-fakta adanya penarikan mahasiswa KKN kelompok 30 sebelum berakhirnya pertengahan bulan februari 2023.” Ujar Devri saat menggelar dialog dengan Camat Lembeyan, Jumat (3/2/2023).
Sementara itu, menanggapi tuntutan warganya, Samsi Hidayat Camat Lembeyan mengaku akan menyampaikan aspirasi tersebut kepada atasannya, Bupati Magetan Suprawoto.
“Kami akan langsung sampaikan aspirasi panjenengan kepada Bupati Magetan, untuk penanganan lebih lanjut, selain itu dugaan pencabulan juga merupakan ramahnya pihak kepolisian,” Ujar Samsi saat menjawab tuntutan warga.
![]()
Tangkapan Layar Facebook soal Viralnya Kades Cabuli Mahasiswi KKN di Magetan
Menanggapi ramai nya kasus dugaan pencabulan mahasiswi KKN oleh kades di Magetan, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Eko Muryanto membenarkan terkait adanya tuntutan dan pernyataan mosi tidak percaya terhadap DHS kades Kediren.
“Memang kemarin Jumat (3/2) ada warga setempat yang meluruk kantor camat Lembeyan, dan mereka menyatakan mosi tidak percaya. Sehingga meminta untuk melakukan penonaktifan terhadap kadesnya," Ujar Eko.
Pihak Dinas PMD pun mengaku baru menerima tembusan surat dari camat Lembeyan kepada Bupati Magetan pada Jumat (3/2) dan kita masih akan pelajari terlebih dahulu, dengan memintai keterangan baik dari kades yang bersangkutan dan juga pihak kampus.
“Kita pelajari dulu mas seperti apa penjelasan dari kedua belah pihak (kades dan pihak kampus), selain itu kita juga masih menunggu pak bupati karena beliaunya masih tugas luar kota,” Imbuh Eko.
Sementara itu, Kapolsek Lembeyan AKP Sunarto mengaku belum ada laporan masuk terkait adanya tindakan pelecehan atau pemerkosaan oknum kades kepada mahasiswi KKN seperti yang ramai diberitakan di medsos.
Namun, pihaknya membenarkan adanya sejumlah warga yang mendatangi kantor Camat Lembeyan yang mempertanyakan kasus tersebut.
“Kemarin memang ada izin ke kami terkait aksi penyampaian aspirasi warga masyarakat Kediren ke kantor Camat Lembeyan, dan kami hanya sebatas pengamanan," Pungkas Kapolsek. (men/aag)
Load more