"Tenun tangan ini lebih mewah dan mahal karena masih menggunakan cara tradisional dalam pembuatannya. Kalau tenun mesin ini banyak juga peminatnya karena harganya middle atau menengah biasanya motif jacquard songket. Selain itu sarung print yang harganya lebih terjangkau di bawah sarung tenun tangan dan sarung tenun mesin. Sarung printing tahun ini mengalami peningkatan yang pesat dan meski dari produsen barang terbatas," paparnya.
Harga sarung di toko milik Umar Lahji bervariasi tergantung jenis sarung. Sarung tenun tangan mulai Rp800 ribu hingga Rp4 juta per buah, sarung tenun mesin mulai Rp500 ribu hingga Rp800 ribu dan sarung jenis printing dibandrol mulai harga Rp70 ribu sampai Rp150 ribu per buah.
Dalam sehari di toko miliknya mampu menjual hingga ratusan sarung dengan omzet mencapai ratusan juta rupiah.
"Alhamdulillah, ramadan penuh berkah, omzet dalam sehari sampai ratusan juta rupiah," ungkapnya.
Umar memberikan tips dalam memilih sarung berkualitas antara lain dengan jeli memilih jenis kain.
"Pilih bahan yang nyaman dan sesuai untuk aktivitas sehari-hari. Utamakan memilih sarung berbahan katun, rayon, atau sutra memiliki sirkulasi udara yang baik dan menyerap keringat, bisa juga bahan linen juga nyaman dan suci saat dipakai beribadah," imbuhnya.
Umar berharap keberadaan sarung tetap lestari sebagai warisan tradisi. Tidak hanya itu, namun juga bagi para pembuat turut menjaga kualitas terbaik, motif serta desain yang menarik.
Load more