GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Hasil Autopsi Terdapat Enam Luka Namun Kasus Penemuan Mayat di Hutan Jombang Masih Gelap

Autopsi terhadap mayat yang ditemukan di kawasan hutan di Jombang telah selesai. Terdapat enam luka di kepala dan pelipis korban diduga korban sempat melawan.
Rabu, 22 Januari 2025 - 14:22 WIB
Autopsi Penemuan Mayat di Hutan Kabuh Jombang
Sumber :
  • umar sanusi

Jombang, tvOnenews.com - Autopsi terhadap mayat yang ditemukan di kawasan hutan di Jombang telah selesai. Terdapat enam luka pada bagian kepala dan pelipis korban diduga korban sempat melawan. Namun penyebab kematiannya masih gelap karena polisi belum menemukan petunjuk identitas korban. 

AKP Margono Suhendra Kasat Reskrim Polres Jombang usai autopsi selesai mengatakan, hasil autopsi ditemukan enam luka pada bagian kepala dan satu luka robek di pelipis kiri. Sedang penyebab korban meninggal dunia karena benturan benda tumpul pada kepala bagian belakang sehingga mengakibatkan pendarahan dan patah tulang tengkorak kepala.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Hari ini mayat yang kita temukan di daerah Kabuh sudah dilakukan autopsi, dan diindikasikan memang ada enam luka robek di bagian kepala dan satu luka robek di bagian pelipis kiri. Untuk penyebab kematian dari dokter forensik menyampaikan bahwa pukulan benda tumpul di kepala bagian belakang menyebabkan pendarahan dan juga patah tulang tengkorak," papar Margono, Selasa (21/1/2025) di RSUD Jombang.

Kasat Reskrim mengaku masih belum mendapatkan petunjuk mengenai identitas korban. Diantaranya karena korban belum memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik. Sehingga dari sidik jari korban tidak bisa dibaca rekamannya.

Diakui Margono, ada kendala dalam mengungkap identitas korban yang mengakibatkan datanya tidak terbaca, pertama KTP yang digunakan menggunakan KTP lama, atau KTP elektronik tapi belum diaktifkan, yang kedua korban diduga masih di bawah umur. Namun asumsi di bawah umur terbantahkan oleh dokter forensik bahwa mayat tersebut diindikasikan berumur 18-24 tahun.    

"Untuk identitas sampai saat ini kita sudah melakukan sesuai scientific investigation dari data-data yang kami peroleh memang sangat minim. Sehingga sampai saat ini identitas mayat belum kami temukan," pungkas kasat reskrim. (usi/far)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

PB PMII Tolak Pelantikan DPD KNPI Sulsel, Nilai Langgar AD/ART

PB PMII Tolak Pelantikan DPD KNPI Sulsel, Nilai Langgar AD/ART

Pelantikan tersebut bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi serta mencederai semangat keberhimpunan pemuda.
Fondasi Hukum Kuat Jadi Aset UMKM Perempuan Naik Kelas

Fondasi Hukum Kuat Jadi Aset UMKM Perempuan Naik Kelas

Usaha yang memiliki legalitas jelas, kesiapan finansial, serta perlindungan merek menjadi aset penting untuk naik kelas.
Di Balik Prestasinya, Yolla Yuliana Punya Kisah Cinta dengan Atlet Basket dan Artis Terkenal

Di Balik Prestasinya, Yolla Yuliana Punya Kisah Cinta dengan Atlet Basket dan Artis Terkenal

Di balik prestasinya di lapangan voli, Yolla Yuliana juga memiliki kisah asmara menarik. Dari atlet hingga artis, beberapa pria ternama pernah mengisi hatinya.
Usai Dikritik 'Membosankan', Charles Oliveira Bongkar Strategi Kemenangannya di UFC 326

Usai Dikritik 'Membosankan', Charles Oliveira Bongkar Strategi Kemenangannya di UFC 326

Menuai kritik karena gaya bertarungnya yang mengandalkan gulat, Charles Oliveira akhirnya mengungkap strategi sabar yang membuatnya mengalahkan Max Holloway.
DPR: Telegram Siaga TNI Bukan untuk Sipil, Masyarakat Tak Perlu Cemas

DPR: Telegram Siaga TNI Bukan untuk Sipil, Masyarakat Tak Perlu Cemas

Anggota Komisi I DPR RI, Okta Kumala Dewi, meminta masyarakat tidak perlu khawatir dengan terbitnya Telegram Panglima TNI Nomor TR/283/2026 yang berisi
Sentilan Pedas Conor McGregor ke Charles Oliveira usai Rebut Sabuk BMF: Dia Tidak Pantas

Sentilan Pedas Conor McGregor ke Charles Oliveira usai Rebut Sabuk BMF: Dia Tidak Pantas

Conor McGregor melontarkan kritik pedas kepada Charles Oliveira usai pertarungan perebutan sabuk BMF di UFC 326, menyebut gaya bertarungnya “sangat buruk”.

Trending

Makin Depresi Ditinggal Megawati Hangestri? Pelatih Red Sparks Ungkap Kekecewaan Berat pada Sosok Ini

Makin Depresi Ditinggal Megawati Hangestri? Pelatih Red Sparks Ungkap Kekecewaan Berat pada Sosok Ini

Setelah ditinggal Megawati Hangestri, Red Sparks mengalami penurunan performa di V-League 2025/2026. Kondisi tersebut membuat pelatih Ko Hee-jin mengkritik.
Penuh Haru, Ayah Vidi Aldiano Sebut Doanya Dikabulkan Tuhan Saat Melepas Kepergian Sang Anak

Penuh Haru, Ayah Vidi Aldiano Sebut Doanya Dikabulkan Tuhan Saat Melepas Kepergian Sang Anak

Ayah Vidi Aldiano, Harry Kiss, mengungkap doa yang dikabulkan Tuhan saat melepas kepergian sang anak. Pesannya menyentuh hati banyak orang.
Mau Mudik Lebaran Pakai Mobil Listrik? Sebelum Berangkat Perhatikan Tips Berikut Agar Perjalanan Aman dan Nyaman

Mau Mudik Lebaran Pakai Mobil Listrik? Sebelum Berangkat Perhatikan Tips Berikut Agar Perjalanan Aman dan Nyaman

Apakah Anda berencana untuk menggunakan mobil listrik saat mudik? Sebelum berangkat, persiapkan tips berikut ini agar perjalanan Anda menjadi aman dan nyaman.
Jelang Big Match Liga Champions, Luca Toni Beri Alarm untuk Bayern Munich

Jelang Big Match Liga Champions, Luca Toni Beri Alarm untuk Bayern Munich

Legenda sepak bola Italia, Luca Toni, mengingatkan Bayern Munich agar tidak meremehkan Atalanta jelang pertemuan kedua tim pada babak 16 besar UEFA Champions League musim ini.
Wujud Kepedulian Sosial di Momen Ramadan, Denpom IV/2 Yogyakarta Gandeng Komunitas Jip Santuni Ratusan Anak Panti Asuhan

Wujud Kepedulian Sosial di Momen Ramadan, Denpom IV/2 Yogyakarta Gandeng Komunitas Jip Santuni Ratusan Anak Panti Asuhan

Momentum bulan Ramadan dimanfaatkan oleh Detasemen Polisi Militer (Denpom) IV/2 Yogyakarta untuk menebar kepedulian kepada sesama dengan mengadakan bakti sosial
Usai Diperiksa Bareskrim Polri Terkait Kasusnya soal Toraja, Pandji Berharap Restorative Justice

Usai Diperiksa Bareskrim Polri Terkait Kasusnya soal Toraja, Pandji Berharap Restorative Justice

Komika Pandji Pragiwaksono berharap kasusnya yang diduga menghina suku Toraja dapat diselesaikan melalui restorative justice (RJ). Diketahui, hari ini Pandji
Fondasi Hukum Kuat Jadi Aset UMKM Perempuan Naik Kelas

Fondasi Hukum Kuat Jadi Aset UMKM Perempuan Naik Kelas

Usaha yang memiliki legalitas jelas, kesiapan finansial, serta perlindungan merek menjadi aset penting untuk naik kelas.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT