“Ada yang masih SMP kelas 2, ada yang SMK dan SMA. Permasalahannya ya hanya karena dihina kalah game free fire,” ujarnya.
Dia menjelaskan RPA kini ditetapkan sebagai tersangka karena kedapatan membawa senjata tajam, sedangkan 12 anak lain dibina.
“Terhadap anak yang membawa sajam, akan kami proses hukum bersama unit PPA Satreskrim Polresta Malang Kota. Sedangkan lainnya kami bina dengan tokoh masyarakat untuk diberikan siraman rohani supaya mereka mengisi waktu dengan kegiatan positif,” pungkasnya. (eco/gol)
Load more