Fasilitasi Permodalan UMKM, Kadin Jatim Gandeng Bank UMKM Jawa Timur
- tim tvone - syamsul huda
Sementara, Direktur Utama Bank UMKM, Yudhi Wahyu mengungkapkan, sinergitas permodalan dengan Kadin Jatim ini akan menjadi trigger dalam peningkatan penyerapan kredit di Bank UMKM Jatim, pemasaran dan juga pembinaan bagi UMKM.
"Program Bank UMKM Jatim dengan Kadin Jatim ini tidak hanya sinergitas permodalan, tetapi juga dari sisi pemasaran dan pembinaan. Bisa disinergikan semua karena tujuan kita untuk membantu UMKM menembus pasar yang lebih luas," kata Yudhi Wahyu.
Saat ini, Bank UMKM Jatim telah mempunyai sistem yang telah dikembangkan untuk mempermudah komunitas UMKM agar bisa saling terhubung untuk memperluas pengembangan pasar mereka.
"Penting untuk memastikan kehadiran pemerintah dan perbankan untuk pejuang UMKM," tandasnya.
Hingga bulan Mei, realisasi penyaluran kredit Bank UMKM di Jatim sudah mencapai Rp230 miliar atau naik 6 persen dari tahun lalu. Hingga akhir tahun pertumbuhan kredit UMKM ditargetkan mencapai 10 persen atau sekitar Rp300 miliar.
"Kalau kami melihat animo UMKM dan kondisi ekonomi saat ini, kami optimistis akan tumbuh lebih dari 10 persen," tandasnya.
Realisasi penyerapan kredit terbesar adalah UMKM di sektor pertanian yang mencapai 30 persen, disusul sektor perdagangan atau ritel dan UMKM.
Di sisi lain, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Andromeda Qomariah mengatakan bahwa sinergitas permodalan UMKM dengan Kadin Jatim dan Bank UMKM Jatim adalah langkah strategis dalam meningkatkan kinerja UMKM. Terlebih kontribusi UMKM terhadap kinerja ekonomi Jatim sangat tinggi, mencapai 58,36 persen, naik signifikan dibanding tahun 2020 dan di 2021.
Pada tahun 2020 kontribusinya mencapai 57,25 persen dan di 2021 naik menjadi 57,71 persen. Penyerapan tenaga kerja juga cukup besar, mencapai 96,3 persen.
"Ini artinya bahwa Kadin Jatim memiliki peran strategis yang menjadi satu bagian dari kolaborasi dalam peningkatan UMKM," ungkap Andromeda Qomariah.
Untuk program ini, pemerintah provinsi Jatim telah mengalokasikan dana sebesar Rp18,5 miliar untuk membayar subsidi bunga sebesar 9,25 persen.
"Target kami, UMKM yang terfasilitasi mencapai sekitar 13 ribu UMKM. Harapan kami, melalui program ini, aksesibiliti pendanaan bagi UMKM akan lebih cepat dan mudah, sehingga target naik kelas UMKM bisa terwujud," pungkasnya. (sha/hen)
Load more