News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Dituduh Curi Tabung Elpiji, Pelajar SMP Diculik dan Dianiaya, Polisi Periksa Warga

Polres Gunungkidul kini tengah mendalami laporan penganiayaan yang dialami oleh YTL (14), anak di bawah umur asal Kapanewon Karangmojo, yang tengah ramai menjadi pembicaraan publik.
Rabu, 22 Juni 2022 - 17:12 WIB
Korban YTL dan orang tuanya melapor ke Polres Gunungkidul
Sumber :
  • Tim tvOne/Lucas Didit

Gunungkidul, DIY - Polres Gunungkidul kini tengah mendalami laporan penganiayaan yang dialami oleh YTL (14), anak di bawah umur asal Kapanewon Karangmojo, yang tengah ramai menjadi pembicaraan publik.

Menurut Kepala Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (Kanit PPA), Satreskrim Polres Gunungkidul, Iptu Ratri Ratnawati, pihaknya sudah menerima laporan dari kasus tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Saat ini kami baru mendalami dan memproses laporannya. Setidaknya ada berbagai tahapan yang harus dilewati untuk penanganan perkaranya," jelas Ratri, Rabu (22/6/2022).

Ratri mengatakan, pihaknya kini masih menggali keterangan dari korban dan sejumlah saksi.

"Jadi masih diperlukan waktu bagi penyidik PPA untuk tindak lanjut kasusnya," ujarnya.

Anak yang dilaporkan menjadi korban dari kejadian ini berinisial YTL (14), yang dianiaya sejumlah orang lantaran dituduh melakukan pencurian tabung gas elpiji.

Nur, salah satu kerabat YTL, mengatakan, bahwa tim dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perlindungan Anak dan Perempuan, Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos-PPPA) Gunungkidul telah mendatangi rumah korban. 

Ia juga menyebut jika Polres Gunungkidul telah menerima laporan dari keluarganya, dan polisi masih meminta keterangan dari para saksi yang mengetahui kejadian ini.

"Sedangkan dari Polres Gunungkidul sampai saat ini belum ada panggilan lagi," kata Nur lewat pesan singkat.

Seperti diberitakan sebelumnya, YTL (14) telah mengalami tindakan penganiayaan pada Senin (20/6/2022) dini hari. Saat itu ia dijemput oleh seorang temannya, minta ditemani membeli bensin.

Bukannya menuju tempat yang dituju, korban justru dibawa ke salah satu rumah warga. Di tempat itu, korban dipaksa untuk mengakui aksi pencurian tabung gas elpiji.

Karena tidak merasa mencuri dan menolak tuduhan tersebut, korban dianiaya oleh sejumlah orang.

"Saat itulah anak saya dipukuli oleh 7 orang, dan aksi tersebut direkam dan tersebar ke publik lewat grup WA," ujar Ribut Jemani, orang tua korban.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Akibatnya, YTL mengalami luka di bagian wajah, kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polres Gunungkidul. 

"Saya cuma minta keadilan dan pelakunya dihukum," pungkas Ribut. (Ldhp/ebs)
 

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Suporter Inter Milan resmi dijatuhi sanksi larangan menghadiri tiga laga tandang usai insiden pelemparan suar ke arah kiper Cremonese Emil Audero dalam laga ...
PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menegaskan dukungan penuh terhadap langkah diplomasi Presiden RI Prabowo Subianto, termasuk keputusan Indonesia terlibat aktif dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian.
Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Timnas futsal Indonesia akan menghadapi tantangan berat saat berjumpa Jepang pada babak semifinal Piala Asia Futsal 2026. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung
Fantastis, Segini Barang Bukti Hasil OTT KPK di Kantor Pajak Banjarmasin

Fantastis, Segini Barang Bukti Hasil OTT KPK di Kantor Pajak Banjarmasin

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang senilai Rp 1 miliar dari operasi tangkap tangan (OTT) di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.

Trending

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman. John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT