Kondisi Bocah Perempuan yang Diduga Dibakar di Kabupaten Semarang Makin Membaik
- Tim tvOne - Aditya Bayu
Semarang, tvOnenews.com - Kondisi SP (8) bocah perempuan warga Dusun Doplang II, Desa Pakis, Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang yang mengalami luka bakar 32 persen yang diduga dibakar oleh seseorang, hingga saat ini terus membaik.
Hal ini dikatakan oleh Farahma Dina kakak korban.
" Adik saya saat ini kondisinya makin baik. Namun masih harus tetap masuk ruang operasi untuk perawatan luka lukanya," jelasnya saat dihubungi tvOnenews.com, Selasa (27/7/2023).
Dikatakan juga oleh Dina, bahwa Ia juga mengucapkan terima kasih kepada para donatur yang telah banyak membantu keluarganya selama SP dirawat.
" Kami bersyukur banyak yang membantu keluarga kami. Ada dari pak Bupati, dari Pemerintah Kabupaten Semarang dan dari bantuan para relawan. Jumlah bantuan hingga saat ini juga cukup besar," imbuhnya.
Sementara itu terkait persoalan hukum mengenai siapa pelaku pembakaran terhadap SP masih dalam penyelidikan Polres Semarang.
" Terkait perkembangan khasusnya, kami juga telah dimintai keterangan lagi. Tadi(hari selasa) banyak petugas yang kerumah untuk mengajukan beberapa pertanyaan lagi," terang Dina.
Hingga saat ini misteri menganai terbakarnya SP masih menyisakan tanda tanya karena bocah perempuan berusia 8 tahun tersebut belum bisa dimintai keterangan, karena kondisinya yang masih sakit.
Sebelumnya Kapolres Semarang AKBP Achmad Oka Mahendra mengatakan Polres Semarang telah berkoordinasi dengan RSUD Dr Gunawan Mangunkusumo Ambarawa, untuk mencari tahu penyebab terbakarnya tubuh korban.
" Kita lihat hasilnya ada luka bakar yang disebabkan oleh api, sehingga ada beberapa luka di punggung, paha belakang kanan kiri. Penyebab luka bakar dari api. Saat ini kita cari sumber apinya ini dari apa? Dan saat ini kita sedang uji lab pakaian korban. Apakah ada zat zat yang memicu korban terbakar, apakah ada unsur minyak atau zat zat lain," kata Kapolres.
Saat kejadian ada 4 saksi yang melihat korban berlari dalam kondisi terbakar. 4 saksi tersebut 3 anak anak dan 1 saudara korban.
" Mereka melihat korban berlari menuju ke masjid, sudah dalam kondisi terbakar. Dan Oleh saudara kemudian ditangani agar apinya padam dengan cara diguyur dengan air," pungkas Kapolres. (abc/buz)
Load more