News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

80 Rumah Warga di Tasikmalaya Terdampak Bencana Pergerakan Tanah, 35 Rumah Rusak Berat Harus Segera Direlokasi

Sebanyak 80 rumah warga di Dusun Ciomas, Desa Parakanhonje, Kecamatan Bantarkalong, Kabupaten Tasikmalaya terdampak bencana pergerakan tanah, Selasa (27/9).
Selasa, 27 September 2022 - 11:38 WIB
80 Rumah warga di Tasikmalaya terdampak bencana pergerakan tanah
Sumber :
  • Deden Ahdani/tvOne

Tasikmalaya, Jawa Barat - Sebanyak 80 rumah warga di Dusun Ciomas, Desa Parakanhonje, Kecamatan Bantarkalong, Kabupaten Tasikmalaya terdampak bencana pergerakan tanah, Selasa (27/9/2022).

Dari total 80 rumah warga yang terdampak, 35 rumah kondisinya rusak parah dan harus segera diungsikan ke tempat yang lebih aman.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Seorang warga yang rumahnya ambruk, Ikin Sadikin (62), mengatakan bencana pergerakan tanah ini terjadi, Senin (26/9/2022), setelah kampungnya terus menerus diguyur hujan sejak sepekan lalu.

Mulanya, retakan tanah hanya terlihat di jalan sekitar permukiman. Kemudian, retakan tanah merambat ke rumah-rumah warga hingga terjadi ambruk.

Setelah rumahnya ambruk, kata Ikin, ia dan keluarganya langsung mengungsi ke rumah tetangganya yang dinilai masih aman.

Ikin menjelaskan sebelum rumahnya nyaris rata dengan tanah terdengar suara retakan.

"Ini sudah tidak bisa dihuni. Saya pasti mengungsi. Kemarin malam juga menginap di rumah tetangga. Saat rumah ambruk saya lagi ada di dalam. Ada bunyi retakan tidak ketahuan langsung ambruk saja," ucap Ikin.

Kepala Desa Parakanhonje, Abdulloh, mengatakan bencana pergerakan tanah ke permukiman warga ini sudah diprediksi akan terjadi karena sebelumnya jalan di kampung itu sudah banyak yang terbelah.

Terlebih, saat ini sedang musim hujan sehingga membuat kontur tanah labil.

"Ada laporan rumah ambruk. Saya langsung ke lokasi. Ternyata benar adanya. Ini awalnya dari sebuah hujan deras seminggu terus-terusan dan kontur tanah yang labil. Ini sudah lama ada riak-riak mau pergeseran tanah. Ini terjadinya hari ini saat hujan terus mengguyur," kata Abdulloh.

Hasil pendataan sementara, sedikitnya ada 80 rumah di satu dusun yang terdampak bencana pergerakan tanah tersebut.

Namun, yang rusak parah hanya berjumlah 35 rumah dan harus secepatnya direlokasi.

Posisi bangunan bergeser dari 60 hingga 75 sentimeter dari lokasi awal.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Abdulloh menjelaskan warga yang rumahnya rusak berat sudah dievakuasi ke madrasah dan rumah tetangganya yang lokasinya lebih aman.

Selain mengakibatkan rumah rusak, bencana pergerakan tanah ini juga membuat fasilitas umum berupa masjid mengalami retakan di bagian tembok. (dai/nsi)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Anton Sukartono Suratto, mendorong penguatan regulasi agar Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memiliki kewenangan lebih tegas dalam menangani konten hoaks di ruang digital.
Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kiper Cremonese yang juga penjaga gawang Timnas Indonesia Emil Audero menyampaikan pesan mengenai kondisinya setelah menjadi korban ledakan flare atau petasan -
Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Polda Metro Jaya mengamankan sebanyak 105 pelaku tawuran di wilayah hukumnya, dalam rangka Operasi Pekat Jaya 2026, yang dimulai sejak tanggal 28 Januari sampai dengan 11 Februari Tahun 2026.
Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Suporter Inter Milan resmi dijatuhi sanksi larangan menghadiri tiga laga tandang usai insiden pelemparan suar ke arah kiper Cremonese Emil Audero dalam laga ...
PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menegaskan dukungan penuh terhadap langkah diplomasi Presiden RI Prabowo Subianto, termasuk keputusan Indonesia terlibat aktif dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian.
Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Timnas futsal Indonesia akan menghadapi tantangan berat saat berjumpa Jepang pada babak semifinal Piala Asia Futsal 2026. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung

Trending

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman. John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT