News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

RSUP Hasan Sadikin Bandung Tuntaskan Pemeriksaan Bagi 41 Bakal Paslon di Sejumlah Daerah di Jabar, Ini Hasilnya  

Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Hasan Sadikin Bandung akhirnya telah menuntaskan pemeriksaan terhadap sejumlah Calon Kepala Daerah (Cakada) dan Wakil Calon Kepala Daerah (Cawakada) di sejumlah daerah di Jawa Barat, dan telah menyerahkanya kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada hari ini Rabu 4 September 2024.
Rabu, 4 September 2024 - 17:14 WIB
RSUP Hasan Sadikin Bandung Tuntaskan Pemeriksaan Bagi 41 Bakal Paslon di Sejumlah Daerah di Jabar
Sumber :
  • tvOnenews.com - Ilham Ariyansyah

Bandung, tvOnenews.com - Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Hasan Sadikin Bandung akhirnya telah menuntaskan pemeriksaan terhadap sejumlah Calon Kepala Daerah (Cakada) dan Wakil Calon Kepala Daerah (Cawakada) di sejumlah daerah di Jawa Barat, dan telah menyerahkanya kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada hari ini Rabu 4 September 2024.

Pasangan calon yang melakukan pemeriksaan tersebut berjumlah 37 Paslon terdiri dari 13 Kabupaten dan Kota yang diantaranya. Kabupaten Pangandaran, Kabupaten Garut, Kabupaten Kuningan, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Subang, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kota Bandung, Indramayu dan Kota Banjar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Direktur Utama RSHS, Rachim Dinata Marsidi menyampaikan mereka para Paslon diperiksa sejak 30 Agustus dan 1 September dan selesai selama 3 hingga 4 hari.

 

"Dalam Pilkada serentak 2024, RSUP Hasan Sadikin menjadi salah satu RS yang ditunjuk oleh KPU sebagai penyelenggara pemeriksaan kesehatan bakal calon kepala daerah. Pada 30 Agustus-1 September 2024 pemeriksaan kesehatan sudah dilaksanakan dan berlangsung aman lancar terkendali,"kata Rachim Dinata pada Rabu (04/09/2024)

Rachim menerangkan selain 37 paslon kabupaten kota, 4 pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat pun telah dituntaskan pemeriksaanya.

 

"Pemeriksaan kesehatan diikuti 4 paslon gubernur dan 37 paslon kepala daerah dari 13 kota kabupaten yaitu Purwakarta, Subang, Kota Bandung, Banjar, Cianjur, Kabupaten Bandung, Majalengka, Pangandaran, Bandung Barat, Indramayu, Sukabumi, Kuningan dan Garut,"kata dia.

 

Ia menerangkan, RSUP Hasan Sadikin diberikan waktu oleh penyelenggara Pilkada serentak yakni KPU agar bisa menuntaskan pemeriksaan para paslon tersebut selama 5 hari.

 

"Di mana selambat-lambatnya hari 5 hari setelah dilakukan pemeriksaan. Oleh karena itulah hari ini RS Hasan Sadikin akan menyerahkan hasil pemeriksaan calon kepala daerah ini kepada KPU Provinsi Jawa Barat sebagai pihak yang meminta kami untuk menjadi penyelenggara pemeriksa kesehatan ini,"terangnya.

 

Rachim Dinata juga memastikan 37 pasangan calon Walikota dan Bupati hingga 4 pasangan Gubernur layak mengikuti Kontestasi Pilkada setelah mengikuti sejumlah tahap pemeriksaan medis.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

"Hasil pemeriksaan akan jadi pertimbangan untuk memastikan para Calon Kepala Daerah yang akan bertarung dalam Pilkada memenuhi syarat kesehatan yang ditetapkan. Oleh karena itu pemeriksaan kami juga tidak hanya bagi calon, tetapi juga penting bagi masyarakat. Dengan memastikan calon yang dipilih berada dalam kondisi kesehatan yang baik,"ujarnya.

Halaman Selanjutnya :
Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kasus Importasi Bea Cukai, KPK Ungap Motif 'Kongkalkong' Terkait Masuknya Barang Ilegal

Kasus Importasi Bea Cukai, KPK Ungap Motif 'Kongkalkong' Terkait Masuknya Barang Ilegal

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebut barang kawe atau ilegal bisa masuk ke Indonesia karena adanya 'kongkalikong' antara PT Blueray dengan pegawai Direktorat Jenderal (Ditjen) Bea dan Cukai Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
Jam Tangan Mewah Hingga Logam Mulia 5,3 Kilogram Jadi Barang Bukti Kasus Importasi Bea Cukai

Jam Tangan Mewah Hingga Logam Mulia 5,3 Kilogram Jadi Barang Bukti Kasus Importasi Bea Cukai

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan sejumlah barang bukti senilai Rp 40,5 miliar di kasus dugaan korupsi terkait importasi barang di Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC).
Mustajab Kabulkan Doa, Kata Syekh Ali Jaber Coba Sedekah pada Waktu ini

Mustajab Kabulkan Doa, Kata Syekh Ali Jaber Coba Sedekah pada Waktu ini

Sedekah menjadi amalan sunnah yang sang dianjurkan oleh para ulama. Syekh Ali Jaber pun pernah menjelaskan hal tersebut.
Jawaban Menohok Pandji Pragiwaksono Soal Mens Rea Disebut Nistakan Agama

Jawaban Menohok Pandji Pragiwaksono Soal Mens Rea Disebut Nistakan Agama

Komika Pandji Pragiwaksono menegaskan dirinya tidak melakukan penistaan agama dalam materi stand up comedy bertajuk Mens Rea.
Rumah Tangga di Ujung Tanduk, Inara Rusli Siap Relakan Insanul Fahmi Kembali ke Wardatina Mawa

Rumah Tangga di Ujung Tanduk, Inara Rusli Siap Relakan Insanul Fahmi Kembali ke Wardatina Mawa

Pernikahan siri Inara Rusli dan Insanul Fahmi dikabarkan di ujung tanduk. Inara mengaku siap berpisah jika suaminya kembali ke istri sahnya, Wardatina Mawa.
Perpolitikan Indonesia Diprediksi Stabil di 2026, Pakar Ingatkan Tantangan Ekonomi yang Menantang

Perpolitikan Indonesia Diprediksi Stabil di 2026, Pakar Ingatkan Tantangan Ekonomi yang Menantang

Pengamat politik Hendri Satrio (Hensa) menilai kondisi perpolitikan Indonesia di tahun 2026 masih dalam kategori stabil.

Trending

Mustajab Kabulkan Doa, Kata Syekh Ali Jaber Coba Sedekah pada Waktu ini

Mustajab Kabulkan Doa, Kata Syekh Ali Jaber Coba Sedekah pada Waktu ini

Sedekah menjadi amalan sunnah yang sang dianjurkan oleh para ulama. Syekh Ali Jaber pun pernah menjelaskan hal tersebut.
Jawaban Menohok Pandji Pragiwaksono Soal Mens Rea Disebut Nistakan Agama

Jawaban Menohok Pandji Pragiwaksono Soal Mens Rea Disebut Nistakan Agama

Komika Pandji Pragiwaksono menegaskan dirinya tidak melakukan penistaan agama dalam materi stand up comedy bertajuk Mens Rea.
Sosok John Field Bos Blueray Cargo yang Kabur Saat OTT KPK, Diduga Setor Rp7 Miliar per Bulan ke Oknum Bea Cukai

Sosok John Field Bos Blueray Cargo yang Kabur Saat OTT KPK, Diduga Setor Rp7 Miliar per Bulan ke Oknum Bea Cukai

Ia ditetapkan sebagai salah satu tersangka utama kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait importasi barang kualitas rendah (KW) yang masuk ke Indonesia tanpa pemeriksaan fisik.
Profil Blueray Cargo, Perusahaan Jasa Impor yang Terseret OTT KPK, Bosnya Kini Buron Usai Diduga Setor 'Jatah' Rp7 M ke Bea Cukai

Profil Blueray Cargo, Perusahaan Jasa Impor yang Terseret OTT KPK, Bosnya Kini Buron Usai Diduga Setor 'Jatah' Rp7 M ke Bea Cukai

Kasus ini bermula ketika PT Blueray Cargo yang dipimpin John Field diduga berupaya agar barang impornya masuk melalui jalur hijau, yakni jalur pengeluaran barang tanpa pemeriksaan fisik.
Bos Blueray Cargo John Field Jadi Buron KPK, Bisnisnya Disorot usai Aset Puluhan Miliar Disita

Bos Blueray Cargo John Field Jadi Buron KPK, Bisnisnya Disorot usai Aset Puluhan Miliar Disita

Ia kini menjadi buron, dicekal ke luar negeri, dan diminta segera menyerahkan diri kepada penyidik KPK.
Fantastis! Harta Kekayaan Eks Direktur Bea Cukai Rizal Jadi Sorotan Usai OTT KPK, Terseret Kasus Suap Impor Bareng Bos Blueray Cargo John Field

Fantastis! Harta Kekayaan Eks Direktur Bea Cukai Rizal Jadi Sorotan Usai OTT KPK, Terseret Kasus Suap Impor Bareng Bos Blueray Cargo John Field

Rizal menjabat sebagai Direktur di Bea Cukai pada 2024 hingga Januari 2026. Sebelumnya, dia menduduki posisi sebagai Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Batam.
Saktinya Barang Impor KW dari PT Blueray Lolos dari Pemeriksaan Fisik Setelah Berkomplot dengan Oknum Bea Cukai

Saktinya Barang Impor KW dari PT Blueray Lolos dari Pemeriksaan Fisik Setelah Berkomplot dengan Oknum Bea Cukai

Kasus dugaan korupsi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan bermula dari PT Blueray Cargo (BR) menginginkan barang impor KW (tiruan) ilegal tidak dicek saat masuk ke Indonesia.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT