News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Hasil Rekonstruksi Polisi, Yosep adalah Eksekutor dari Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang

Rekonstruksi lokasi kedua, yaitu di rumah utama TKP pembunuhan. Meskipun polisi telah menghadirkan kelima tersangka, tiga tersangka menolak melakukan adegan.
Rabu, 22 November 2023 - 17:43 WIB
Yosep Hidayat peragakan pembunuhan di rekonstruksi.
Sumber :
  • Agung Prasetio

Subang, tvOnenews.com - Ditreskrimum Polda Jawa Barat, menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan ibu dan anak, di Jalan Cagak, Subang, Jawa Barat.

Setelah beberapa kali menggelar pra-rekontruksi, Polda Jawa Barat akhirnya menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan ibu dan anak.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam rekonstruksi kali ini, penyidik menghadirkan 5 tersangka yakni Ramdanu alias Danu sepupu dan anak korban, Yosep Hidayah, Mimin istri muda Yosep, Arighi dan Abi anak dari Mimin serta Yosep.

Dalam rekonstruksi tersebut, sebanyak sembilan puluh lima adegan diperagakan, polisi sekaligus menghadirkan lima orang tersangka.

Namun tiga tersangka menolak untuk melakukan adegan rekonstruksi. Dari hasil rekonstruksi yang dilakukan, polisi memastikan jika Yosep lah yang menjadi eksekutor pembunuhan kedua korban, yakni dengan menggunakan sebilah golok dan stik golf.

Berjalannya rekonstrusi pembunuhan Tuti Suhartini (55) dan Amalia Mustika Ratu (23) diawali di kios warnet, tempat Danu bekerja. Di lokasi ini tersangka Yosep dan Danu memperagakan sebanyak delapan adegan, yang berisi keluhan Yosep kepada Danu, terkait hubungannya dengan Tuti.

Selanjutnya, rekonstruksi dilakukan di lokasi kedua, yaitu di rumah utama TKP pembunuhan di Kampung Ciseuti, Jalan Cagak, Subang. Meskipun polisi telah menghadirkan kelima tersangka, tiga tersangka menolak melakukan adegan, sehingga diperagakan oleh peran pengganti.

Di rumah TKP, diperagakan sejumlah adegan mulai dari kedatangan para tersangka hingga terjadinya pembunuhan.

Kedua jenazah korban kemudian dimasukkan oleh para tersangka ke dalam mobil Alphard yang terparkir di garasi rumah.

Polisi memastikan Yosep Hidayah sebagai eksekutor utama yang menghabisi kedua korban dengan golok dan stik golf.

Masalah utama yang menjadi pemicu adalah persoalan uang.

"Hari ini kita telah melaksanakan rekonstruksi, telah melaksanakan beberapa adegan yang direncanakan sebanyak sembilan puluh lima adegan, dan itu juga Yosep bersedia untuk ikut. Namun kita akan melakukan BAP ulang, apakah dia mengakui apa tidak, bisa jadi dia menolak, bisa. Namun kita tawarkan untuk ikut rekonstruksi dan yang bersangkutan bersedia," ucap Direskrimum Polda Jawa Barat, Kombes Pol Surawan kepada sejumlah awak media, Rabu (22/11/2023).

Surawan menambahkan, saat rekonstruksi tiga tersangka lai turut dihadirkan yaitu Mimin, Arighi serta Abi. Namun saat pihaknya menawarkan ketiganya untuk melakukan rekonstruksi, yang bersangkutan kompak menolak dan petugas menyerahkan keputusan kepada mereka.

Sejauh ini polisi masih berkeyakinan yang melakukan eksekusi ke kedua korban adalah Yosep Hidayah.

"Tadi ketiga tersangka Mimin dan kedua anaknya sempat hadir, dan kita tawarkan untuk mengikuti rekonstruksi, namun mereka menolaknya. Dan dari mulai pra-rekonstruksi hingga rekonstruksi kita telah tergambar bahwa motif pembunuhan ini Yosep hanya minta bantuan saja ke Danu. Sementara dalam eksekusinya pelaku menggunakan golok dan stik golf di bagian kepala. Karena dari hasil otopsi meninggalnya (akibat) rusaknya jaringan otak. Untuk posisi korban, Amel pada saat tidur, bangun, duduk kemudian dipegang oleh Arigi dengan Danu. Kemudian dipukul oleh Yosep dengan stik golf. Dan korban yang dieksekusi oleh pelaku, pertama Tuti terlebih dahulu," ujar Surawan.

Setelah rekonstruksi, penyidik akan kembali melakukan pemberkasan untuk mempercepat penyelesaian kasus agar segera dilimpahkan ke pihak kejaksaan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kasus pembunuhan terhadap Tuti Suhartini dan Amelia Mustika Ratu menjadi perhatian publik, meskipun sempat menjadi misteri selama dua tahun.(apo/rfi)
 
    
    

 

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kasus Importasi Bea Cukai, KPK Ungap Motif 'Kongkalkong' Terkait Masuknya Barang Ilegal

Kasus Importasi Bea Cukai, KPK Ungap Motif 'Kongkalkong' Terkait Masuknya Barang Ilegal

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebut barang kawe atau ilegal bisa masuk ke Indonesia karena adanya 'kongkalikong' antara PT Blueray dengan pegawai Direktorat Jenderal (Ditjen) Bea dan Cukai Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
Jam Tangan Mewah Hingga Logam Mulia 5,3 Kilogram Jadi Barang Bukti Kasus Importasi Bea Cukai

Jam Tangan Mewah Hingga Logam Mulia 5,3 Kilogram Jadi Barang Bukti Kasus Importasi Bea Cukai

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan sejumlah barang bukti senilai Rp 40,5 miliar di kasus dugaan korupsi terkait importasi barang di Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC).
Mustajab Kabulkan Doa, Kata Syekh Ali Jaber Coba Sedekah pada Waktu ini

Mustajab Kabulkan Doa, Kata Syekh Ali Jaber Coba Sedekah pada Waktu ini

Sedekah menjadi amalan sunnah yang sang dianjurkan oleh para ulama. Syekh Ali Jaber pun pernah menjelaskan hal tersebut.
Jawaban Menohok Pandji Pragiwaksono Soal Mens Rea Disebut Nistakan Agama

Jawaban Menohok Pandji Pragiwaksono Soal Mens Rea Disebut Nistakan Agama

Komika Pandji Pragiwaksono menegaskan dirinya tidak melakukan penistaan agama dalam materi stand up comedy bertajuk Mens Rea.
Rumah Tangga di Ujung Tanduk, Inara Rusli Siap Relakan Insanul Fahmi Kembali ke Wardatina Mawa

Rumah Tangga di Ujung Tanduk, Inara Rusli Siap Relakan Insanul Fahmi Kembali ke Wardatina Mawa

Pernikahan siri Inara Rusli dan Insanul Fahmi dikabarkan di ujung tanduk. Inara mengaku siap berpisah jika suaminya kembali ke istri sahnya, Wardatina Mawa.
Perpolitikan Indonesia Diprediksi Stabil di 2026, Pakar Ingatkan Tantangan Ekonomi yang Menantang

Perpolitikan Indonesia Diprediksi Stabil di 2026, Pakar Ingatkan Tantangan Ekonomi yang Menantang

Pengamat politik Hendri Satrio (Hensa) menilai kondisi perpolitikan Indonesia di tahun 2026 masih dalam kategori stabil.

Trending

Mustajab Kabulkan Doa, Kata Syekh Ali Jaber Coba Sedekah pada Waktu ini

Mustajab Kabulkan Doa, Kata Syekh Ali Jaber Coba Sedekah pada Waktu ini

Sedekah menjadi amalan sunnah yang sang dianjurkan oleh para ulama. Syekh Ali Jaber pun pernah menjelaskan hal tersebut.
Jawaban Menohok Pandji Pragiwaksono Soal Mens Rea Disebut Nistakan Agama

Jawaban Menohok Pandji Pragiwaksono Soal Mens Rea Disebut Nistakan Agama

Komika Pandji Pragiwaksono menegaskan dirinya tidak melakukan penistaan agama dalam materi stand up comedy bertajuk Mens Rea.
Sosok John Field Bos Blueray Cargo yang Kabur Saat OTT KPK, Diduga Setor Rp7 Miliar per Bulan ke Oknum Bea Cukai

Sosok John Field Bos Blueray Cargo yang Kabur Saat OTT KPK, Diduga Setor Rp7 Miliar per Bulan ke Oknum Bea Cukai

Ia ditetapkan sebagai salah satu tersangka utama kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait importasi barang kualitas rendah (KW) yang masuk ke Indonesia tanpa pemeriksaan fisik.
Profil Blueray Cargo, Perusahaan Jasa Impor yang Terseret OTT KPK, Bosnya Kini Buron Usai Diduga Setor 'Jatah' Rp7 M ke Bea Cukai

Profil Blueray Cargo, Perusahaan Jasa Impor yang Terseret OTT KPK, Bosnya Kini Buron Usai Diduga Setor 'Jatah' Rp7 M ke Bea Cukai

Kasus ini bermula ketika PT Blueray Cargo yang dipimpin John Field diduga berupaya agar barang impornya masuk melalui jalur hijau, yakni jalur pengeluaran barang tanpa pemeriksaan fisik.
Bos Blueray Cargo John Field Jadi Buron KPK, Bisnisnya Disorot usai Aset Puluhan Miliar Disita

Bos Blueray Cargo John Field Jadi Buron KPK, Bisnisnya Disorot usai Aset Puluhan Miliar Disita

Ia kini menjadi buron, dicekal ke luar negeri, dan diminta segera menyerahkan diri kepada penyidik KPK.
Fantastis! Harta Kekayaan Eks Direktur Bea Cukai Rizal Jadi Sorotan Usai OTT KPK, Terseret Kasus Suap Impor Bareng Bos Blueray Cargo John Field

Fantastis! Harta Kekayaan Eks Direktur Bea Cukai Rizal Jadi Sorotan Usai OTT KPK, Terseret Kasus Suap Impor Bareng Bos Blueray Cargo John Field

Rizal menjabat sebagai Direktur di Bea Cukai pada 2024 hingga Januari 2026. Sebelumnya, dia menduduki posisi sebagai Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Batam.
Saktinya Barang Impor KW dari PT Blueray Lolos dari Pemeriksaan Fisik Setelah Berkomplot dengan Oknum Bea Cukai

Saktinya Barang Impor KW dari PT Blueray Lolos dari Pemeriksaan Fisik Setelah Berkomplot dengan Oknum Bea Cukai

Kasus dugaan korupsi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan bermula dari PT Blueray Cargo (BR) menginginkan barang impor KW (tiruan) ilegal tidak dicek saat masuk ke Indonesia.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT