Kata John Herdman soal Persiapan Pendek Timnas Indonesia Jelang FIFA Series 2026
- tvOnenews-Ilham Giovani
tvOnenews.com - Timnas Indonesia resmi memulai latihan perdana jelang FIFA Series 2026 di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Selasa (24/3/2026).
Sesi ini menjadi awal persiapan skuad Garuda menghadapi laga internasional yang akan berlangsung dalam waktu dekat.
Namun, masa persiapan yang dimiliki terbilang sangat singkat. Pelatih John Herdman hanya memiliki waktu sekitar tiga hari untuk mematangkan tim sebelum menghadapi Timnas Saint Kitts and Nevis pada 27 Maret di Stadion Utama Gelora Bung Karno.

- tvOnenews-Ilham Giovani
Pada sesi latihan pertama, skuad juga belum lengkap. Dari total 24 pemain yang dipanggil, baru 15 pemain yang hadir dan mengikuti latihan.
Kondisi ini dinilai Herdman sebagai hal yang wajar dalam sepak bola internasional, mengingat para pemain datang dari klub dan liga dengan karakter serta intensitas yang berbeda-beda.
“Seperti yang kita tahu, saat ini kami belum punya skuad lengkap 24 pemain. Ya, itu hal normal dalam sepak bola internasional. Pemain datang dengan level dan intensitas yang berbeda-beda,” ujar Herdman.
“Ini sepak bola internasional. Ada pemain dari klub dengan gaya bermain berbeda, liga dengan intensitas berbeda. Sebagai pelatih, saya harus beradaptasi dengan itu.”
Meski waktu persiapan sangat terbatas, Herdman menegaskan bahwa dirinya bersama staf pelatih yang berpengalaman tetap berupaya memaksimalkan waktu yang ada.

- tvOnenews-Ilham Giovani
Fokus utama saat ini adalah membangun struktur permainan dan menutup celah-celah taktis dalam waktu singkat.
“Staf kami, banyak yang punya pengalaman 20 tahun dalam menyusun sistem dan struktur untuk menutup celah-celah tersebut. Jendela waktu dua hari ini memang ketat. Kami harus bekerja secara taktis dengan sangat cepat,” imbuhnya.
Di sisi lain, Herdman juga mengaku terkesan dengan atmosfer latihan perdana bersama Timnas Indonesia.
Ia merasakan langsung semangat dan kebanggaan para pemain saat mengenakan seragam Garuda, yang menurutnya bisa menjadi modal besar menghadapi turnamen ini.
Selain fokus pada strategi, pelatih asal Inggris tersebut juga berusaha memahami karakter dan mentalitas para pemain. Ia melihat adanya energi positif yang bisa dimaksimalkan untuk membangun tim yang lebih solid.
Load more