News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Saatnya Santri Memimpin Negeri, Humaira: Jihad Santri Jayakan Negeri

Para santri sarungan yang ada di lingkungan Pondok Pesantren Sa'adatuddaroin Solokanjeruk Kabupaten Bandung Jawa Barat melaksanakan upacara dalam rangka Hari
Senin, 23 Oktober 2023 - 23:04 WIB
Saatnya Santri Memimpin Negeri, Humaira: Jihad Santri Jayakan Negeri
Sumber :
  • Istimewa

Bandung, tvOnenews.com - Para santri sarungan yang ada di lingkungan Pondok Pesantren Sa'adatuddaroin Solokanjeruk Kabupaten Bandung, Jawa Barat melaksanakan upacara dalam rangka Hari Santri Nasional di halaman pondok pesantren tersebut, Minggu (22/10/2023).

Upacara Hari Santri Nasional 2023 yang lebih dikenal dengan HSN itu, ratusan para santri yang melaksanakan upacara itu dengan mengenakan pakaian ciri khas santri yaitu sarung  bagi santriwan, dan berpakaian busana muslim bagi para santriwati. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Para santri pun terlihat mengenakan peci dan surban, sebagai ciri khas santri.

Bahkan, para santri asal Pondok Pesantren Sa'adatuddaroin Solokanjeruk yang didirikan Ketua Fraksi PKB DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal ini  pada umumnya mengenakan pakaian seragam dengan kemeja putih dan celana hitam, dan ada juga yang memakai sarung sebagai ciri khas santri yang berada di lingkungan pesantren.

Tokoh agama, ulama, kiyai, jajaran Muspika Solokanjeruk maupun masyarakat umum juga turut hadir pada pelaksanaan upacara Hari Santri Nasional 2023. Sebelum melaksanakan upacara, para santri melaksanakan kirab yang diawali di halaman Rusunawa Solokanjeruk hingga ke halaman Pondok Pesantren Sa'adatuddaroin sejauh sekitar 1,5 km. 

Saat kirab santri terlihat para santri membawa spanduk dengan tulisan Hari Santri Nasional 2023 dengan mengusung tema "Saatnya Santri Memimpin Negeri", kemudian spanduk besar bertuliskan Hari Santri Nasional 2023 dengan tema "Jihad Santri Jayakan Negeri". 

Di antara santri pun membawa bendera Merah Putih, bendera Nahdlatul Ulama, dan bendera Yayasan Habibi Bina Cendekia serta poster dengan makna Hari Santri Nasional.

Hari Santri Nasional (HSN) itu setelah Presiden Joko Widodo melalui Keputusan Presiden Nomor 22 tahun 2015 telah menetapkan 22 Oktober sebagai Hari Santri.

Penetapan 22 Oktober merujuk pada tercetusnya 'Resolusi Jihad' yang berisi fatwa kewajiban berjihad demi mempertahankan Kemerdekaan Indonesia. Resolusi jihad ini kemudian melahirkan peristiwa heroik 10 Nopember 1945 yang kita peringati sebagai Hari Pahlawan.

Resolusi jihad itu diambil dari peristiwa sejarah yang digelorakan Kiyai Hasyim  Asy'ari membakar semangat pemuda-pemuda Surabaya melawan kaum penjajah Belanda pada waktu itu.

Inspektur Upacara Hari Santri Nasional di Pondok Pesantren Sa'adatuddaroin Solokanjeruk, Humaira Zahrotun Noor mengungkapkan bahwa Hari Santri dengan tema "Jihad Santri Jayakan Negeri" ini menggambarkan semangat dan peran penting para santri dalam pembangunan dan kemajuan negeri ini.

"Kata 'jihad' dalam konteks ini bukan hanya tentang perjuangan fisik, tetapi juga perjuangan batin dan intelektual. Para santri, dengan semangat tulus dan dedikasi, berjuang untuk mengejar ilmu pengetahuan dan nilai-nilai luhur agama," kata Humaira dalam keterangannya.

Humaira mengatakan, para santri  adalah garda terdepan dalam menjaga dan mempromosikan perdamaian, toleransi, dan harmoni di tengah keragaman masyarakat. 

"Mereka adalah pilar penting dalam membangun karakter bangsa yang kuat dan berkualitas," kata Humaira.

Ia mengutarakan dalam jubah ilmu, diiringi bait-bait yang merdu, santri berdiri, dalam pengetahuan yang tulus. Para santri merajut kata-kata, seperti mutiara permata, menyinari jalan kebijaksanaan, tanpa kenal kata lelah.

"Tema 'Jihad Santri Jayakan Negeri' mengajarkan kita bahwa para santri bukan hanya penjaga tradisi, tetapi juga agen perubahan positif. Mereka adalah pemimpin masa depan yang akan membawa negeri ini ke puncak kemuliaan," kata Humaira yang juga Caleg DPRD Provinsi Jawa Barat dari PKB.

"Kita juga tidak boleh melupakan peran para pendidik dan lembaga pendidikan Islam yang telah menjadi tempat berkembangnya potensi para santri," imbuhnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurutnya, mereka telah berupaya keras dalam mendidik generasi muda untuk menjadi insan-insan yang berkualitas.

"Dalam momen Hari Santri Nasional ini, mari kita mengenang dan menghargai perjuangan para santri. Mari kita dukung dan memberikan apresiasi kepada mereka, karena mereka adalah aset berharga dalam pembangunan Indonesia yang lebih baik. Terima kasih, dan selamat Hari Santri. Semoga semangat 'Jihad Santri Jayakan Negeri' terus menyinari perjalanan bangsa ini," tutur Humaira. (aag)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Anton Sukartono Suratto, mendorong penguatan regulasi agar Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memiliki kewenangan lebih tegas dalam menangani konten hoaks di ruang digital.
Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kiper Cremonese yang juga penjaga gawang Timnas Indonesia Emil Audero menyampaikan pesan mengenai kondisinya setelah menjadi korban ledakan flare atau petasan -
Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Polda Metro Jaya mengamankan sebanyak 105 pelaku tawuran di wilayah hukumnya, dalam rangka Operasi Pekat Jaya 2026, yang dimulai sejak tanggal 28 Januari sampai dengan 11 Februari Tahun 2026.
Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Suporter Inter Milan resmi dijatuhi sanksi larangan menghadiri tiga laga tandang usai insiden pelemparan suar ke arah kiper Cremonese Emil Audero dalam laga ...
PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menegaskan dukungan penuh terhadap langkah diplomasi Presiden RI Prabowo Subianto, termasuk keputusan Indonesia terlibat aktif dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian.
Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Timnas futsal Indonesia akan menghadapi tantangan berat saat berjumpa Jepang pada babak semifinal Piala Asia Futsal 2026. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung

Trending

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman. John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT