Diprotes Netizen soal Jalan Rusak Parah di Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi Malah Curiga: Mau ke Mana Akang dan Teteh?
- YouTube/KANGDEDIMULYADICHANNEL
tvOnenews.com - Kang Dedi Mulyadi merespon sebuah video viral di media sosial yang menyebut masih adanya jalan rusak di daerah Jawa Barat.
Sebagai Gubernur Jawa Barat, tentu video ini langsung mendapatkan atensi dari Dedi Mulyadi.
Di dalam video tersebut, terlihat sebuah mobil sedang melintasi jalanan yang rusak parah dan tergenang air.
Perekam video juga membuat narasi yang seolah memprotes kinerja Kang Dedi Mulyadi terkait kondisi jalan yang sedang ia lewati.
Menurutnya, kinerja Kang Dedi Mulyadi soal pembangunan jalan tidak sebagus yang ada di media sosial.
"Masih banyak yang menggenang Kang Dedi," ujar video viral soal jalan rusak di Jawa Barat, seperti dilansir tvOnenews.com dari akun Instagram pribadi Kang Dedi Mulyadi.
Terkait video viral tersebut, Kang Dedi Mulyadi langsung memberikan ucapan terima kasih karena sudah mengingatkannya terkait adanya jalan rusak di Jawa Barat.
![]()
"Teteh dan Akang, saya ucapin terima kasih ya yang sudah memberikan atensi, mengingatkan saya tentang adanya jalan yang masih jelek di Jawa Barat," kata Kang Dedi Mulyadi.
Kemudian KDM meluruskan bahwa status jalan yang ada di dalam video tersebut bukanlah jalan provinsi maupun kabupaten.
"Saya sudah cek Teh, itu jalannya statusnya jalan inspeksi BBWS," ungkap Kang Dedi Mulyadi.
Menurut penjelasan KDM, jalan tersebut memang digunakan untuk jalur alat berat guna keperluan inspeksi sungai sehingga bukan diperuntukkan untuk akses masyarakat umum sehari-hari.
"Jadi jalan itu biasanya digunakan untuk alat berat melakukan pengerukan dan kemudian hasil pengerukannya biasanya suka disimpen di pinggir jalan itu," ujar Kang Dedi Mulyadi.
"Jadi bukan jalan untuk transportasi masyarakat umum, statusnya jalan di daerah aliran sungai BBWS, itu di sekitar Jonggol kalau enggak salah," lanjutnya.
Lantas dengan nada bercanda, Kang Dedi Mulyadi mencurigai arah tujuan perekam video melewati jalan tersebut karena seharusnya masih ada jalan lain yang lebih layak untuk dilewati.
"Kemudian selanjutnya pertanyaan saya, Akang dan Teteh mau ke mana atuh harus melewati jalan inspeksi berdua, kenapa tidak melewati jalan-jalan yang besar dan lebar, meuni curiga aku mah sama Akang dan Teteh," canda Kang Dedi Mulyadi.
Load more