News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Polres Tangerang Tangkap 13 Pelaku Pengeroyokan dan Penyiram Air Keras

Kepolisian Resor Kota (Polresta) Tangerang, Polda Banten, menangkap para pelaku pengeroyokan dan penyiraman air keras kepada seorang pemuda.
Rabu, 6 September 2023 - 16:54 WIB
Wakil Polresta Tangerang AKBP Indra M saat menunjukan para pelaku dan barang bukti atas pengungkapan kasus pengeroyokan dan penyiraman air keras di Tangerang
Sumber :
  • Antara

Tangerang, tvOnenews.com - Kepolisian Resor Kota (Polresta) Tangerang, Polda Banten, menangkap para pelaku pengeroyokan dan penyiraman air keras kepada seorang pemuda di daerah itu sehingga harus dirawat di rumah sakit karena mengalami luka bakar cukup parah.

"Setelah melakukan penyelidikan terhadap informasi yang kami terima atas kasus yang telah terjadi, kami lakukan upaya pengamanan kepada 13 orang tersangka terdiri dari enam orang dewasa dan tujuh orang masih di bawah umur atau berstatus pelajar," kata Wakil Polresta Tangerang AKBP Indra M dalam jumpa pers di Tangerang, Rabu (06/09/2023).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dia menyebut sebanyak 13 pelaku kasus pengeroyokan dan penyiraman air keras itu masing-masing orang dewasa berinisial MI (23), MF (22), DN (18), DK (18), WA (21), DR (20), dan kalangan anak berstatus pelajar berinisial RD, TB, RF, AK, AD, LF, dan AG.

Dia menerangkan awal mula terjadinya peristiwa pengeroyokan dan penyiraman air keras yang dilakukan oleh sekelompok remaja diduga gangster itu terjadi pada Minggu (06/08/2023) di wilayah Kecamatan Balaraja, Kota Tagerang.

Ketika itu, korban berinisial PM, warga Jayanti, Kota Tangerang, sedang melihat aksi balap liar bersama rekan-rekannya yang berlangsung sejak pukul 01.00 sampai 03.30 WIB dini hari.

Kemudian, sekelompok gangster itu mendatangi dari arah Tangerang menuju Serang, dan selanjutnya secara tiba-tiba menyerang korban dengan menggunakan senjata tajam dan air keras, sehingga korban pun mengalami luka parah di bagian kepala dan luka bakar di beberapa bagian tubuh lainnya.

Kepada polisi, kata dia, para pelaku mengaku kalau aksi pengeroyokan dan penyiraman tersebut dipicu atas ajakan tawuran antarkedua kelompok melalui media sosial. Kendati, aksi penyerangan oleh mereka dilakukan secara membabibuta.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Aksi yang dilakukannya itu ternyata bermula dari konten melalui media sosial yang mengajak untuk melakukan aksi tawuran dengan cara mengundang pada saat di TKP. Karena mengira bahwa korban adalah salah satu dari anggota kelompok itu, akhirnya dilakukan penyerangan," katanya.

Ia mengatakan barang bukti seperti senjata tajam dan cairan kimia (air keras) yang digunakan dalam tindak kekerasan itu telah disiapkan mereka secara matang agar dapat melukai korbannya.

Halaman Selanjutnya :
Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Anton Sukartono Suratto, mendorong penguatan regulasi agar Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memiliki kewenangan lebih tegas dalam menangani konten hoaks di ruang digital.
Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kiper Cremonese yang juga penjaga gawang Timnas Indonesia Emil Audero menyampaikan pesan mengenai kondisinya setelah menjadi korban ledakan flare atau petasan -
Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Polda Metro Jaya mengamankan sebanyak 105 pelaku tawuran di wilayah hukumnya, dalam rangka Operasi Pekat Jaya 2026, yang dimulai sejak tanggal 28 Januari sampai dengan 11 Februari Tahun 2026.
Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Suporter Inter Milan resmi dijatuhi sanksi larangan menghadiri tiga laga tandang usai insiden pelemparan suar ke arah kiper Cremonese Emil Audero dalam laga ...
PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menegaskan dukungan penuh terhadap langkah diplomasi Presiden RI Prabowo Subianto, termasuk keputusan Indonesia terlibat aktif dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian.
Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Timnas futsal Indonesia akan menghadapi tantangan berat saat berjumpa Jepang pada babak semifinal Piala Asia Futsal 2026. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung

Trending

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman. John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT