Media Vietnam Sebut Pemain Timnas Indonesia Ini Jadi Biang Kerok Potensi Kekacauan di Liga Belanda, Kok Bisa?
- Instagram @deanjames
tvOnenews.com - Media Vietnam menyoroti polemik yang melibatkan salah satu pemain keturunan Timnas Indonesia, Dean James, yang disebut berpotensi memicu kekacauan di kompetisi Eredivisie.
Kasus ini bermula dari kekalahan telak NAC Breda 0-6 dari Go Ahead Eagles pada 15 Maret.
Setelah pertandingan tersebut, NAC Breda mengajukan protes dengan alasan bahwa Dean James dianggap tidak memenuhi syarat untuk bermain, terkait status kewarganegaraan dan izin kerjanya.
- Go Ahead Eagles
Dean James, yang lahir di Belanda, kemudian memperoleh kewarganegaraan Indonesia untuk membela tim nasional.
Namun, menurut aturan di Belanda, seseorang yang secara sukarela mengambil kewarganegaraan lain dalam banyak kasus harus melepaskan kewarganegaraan lamanya.
Atas dasar itu, NAC Breda menilai James berstatus pemain non-Uni Eropa yang seharusnya memiliki izin kerja sebelum tampil di liga.
Klub tersebut juga menegaskan bahwa pada saat pertandingan berlangsung, proses administrasi dan legal terkait status pemain tersebut belum sepenuhnya rampung.
Isu ini pertama kali mencuat melalui sebuah podcast sepak bola di Belanda, sebelum akhirnya empat hari kemudian NAC Breda resmi menggugat KNVB.
Menjelang putusan pengadilan, media Vietnam menyoroti dampak besar yang mungkin terjadi. Mereka bahkan menyebut satu pemain keturunan Indonesia sebagai pemicu potensi kekacauan di Liga Belanda.
"Bintang kelahiran Indonesia bisa memaksa 133 pertandingan ulang di Liga Belanda," tulis The Thao.
"Kasus yang melibatkan Dean James menjerumuskan Eredivisie ke dalam kekacauan, dengan lebih dari 100 pertandingan berpotensi dibatalkan karena kontroversi mengenai kelayakan pemain," lanjut media tersebut.
Saat ini, pengadilan di Utrecht tengah memproses sengketa antara NAC Breda dan KNVB. Jika gugatan dikabulkan, dampaknya bisa sangat luas, dengan kemungkinan puluhan hingga 133 pertandingan harus diulang, yang tentu akan mengganggu jalannya musim Eredivisie 2025/26.
Di sisi lain, KNVB bersama operator liga menolak tuntutan tersebut. Mereka beralasan bahwa baik klub maupun pemain tidak mengetahui adanya permasalahan administratif saat itu. Meski demikian, pihak NAC Breda tetap optimistis dapat membatalkan keputusan melalui jalur banding.
Load more