Jakarta, tvOnenews.com - Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia memastikan sebanyak 37 warga negara Indonesia ( Wni) yang berada di Venezuela dalam kondisi aman di tengah krisis politik dan keamanan menyusul penyerangan oleh Amerika Serikat serta penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro.
Kemenlu menyampaikan bahwa seluruh WNI tersebut hingga kini masih dapat berkomunikasi secara intensif dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Caracas.
Meski demikian, terdapat kendala berupa gangguan jaringan komunikasi oleh penyedia layanan nasional serta pemadaman listrik di salah satu wilayah di Caracas.
Kementerian Luar Negeri bersama KBRI Caracas telah menyiapkan sejumlah langkah darurat guna memastikan perlindungan terhadap WNI di Venezuela. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap kemungkinan memburuknya situasi keamanan.
Menurut laporan KBRI Caracas, kondisi keamanan dan aktivitas sosial di ibu kota Venezuela secara umum mulai berangsur kondusif dan menunjukkan peningkatan dibandingkan hari-hari sebelumnya, meskipun situasi masih terus dipantau secara ketat.
Kemenlu juga memastikan telah memiliki contingency plan atau rencana kontinjensi terkait situasi keamanan di Venezuela. Rencana tersebut akan diberlakukan apabila diperlukan, menyesuaikan dengan perkembangan situasi di lapangan.
Pemerintah Indonesia mengimbau seluruh WNI yang berada di Venezuela untuk tetap siaga, membatasi mobilitas, serta terus mengikuti arahan dan informasi resmi dari KBRI Caracas guna menghindari potensi risiko di tengah dinamika politik dan keamanan yang masih berlangsung.