Nama Fardy Bachdim Ikut Terseret dalam Skandal Paspor Pemain Timnas Indonesia di Liga Belanda
- Instagram @fardybachdim
Jakarta, tvOnenews.com - Nama agen Fardy Bachdim menjadi sorotan dalam skandal paspor pemain Timnas Indonesia di Liga Belanda. Laporan dari media Belanda, Algemeen Dagblad, menyoroti bagaimana Bachdim membantu para pemain keturunan menjalani proses naturalisasi.
Skandal paspor Warga Negara Indonesia (WNI) tengah menjadi sorotan di Liga Belanda. Sebanyak empat pemain menjadi korban setelah NAC Breda melancarkan laporan terhadap Go Ahead Eagles karena memainkan Dean James.
Setelahnya, Nathan Tjoe-A-On juga menghadapi laporan dari TOP Oss usai membela Willem II. Tim Geypens juga dibekukan oleh FC Emmen dan kini Justin Hubner juga dilarang bermain hingga mendapatkan izin kerja.
Maarten Paes terbebas dari situasi ini. Sebab, Ajax Amsterdam mendaftarkannya sesuai dengan peraturan, yaitu pemain non-Uni Eropa.
Kasus paspor non-Uni Eropa untuk pemain kelahiran Belanda yang dinaturalisasi negara lain juga menjadi masalah bagi negara-negara lain. Para pemain dari Suriname dan Tanjung Verde ikut mengalami dampaknya.
Terkhusus Indonesia, satu sosok yang terseret namanya adalah seorang agen. “AD mengungkap 'penghubung' di gerbang paspor: 'Paes sudah diperingatkan, tetapi bukan olehnya',” demikian judul dari Voetbal Primeur.
Laporan dari Algemeen Dagblaad mengungkap bagaimana Fardy Bachdim menjadi sosok yang berperan penting dalam hal ini. Kakak dari pemain Timnas Indonesia, Irfan Bachdim, tersebut menyadari peran pentingnya di balik layar.
“Pada Sabtu pagi, Het Algemeen Dagblad menulis secara panjang lebar tentang Fardy Bachdim, seorang agen asal Belanda yang memiliki akar Indonesia. Menurut surat kabar tersebut, ia memainkan peran penting di balik layar dalam proses naturalisasi pemain sepak bola Belanda untuk Indonesia, meskipun ia sendiri membantah keras hal ini,” tambah Voetbal Primeur.
Laporan dari media Belanda itu mengklaim bahwa Bachdim tak hanya bekerja di Belanda, melainkan Indonesia. Mereka juga menyoroti foto Bachdim bersama Joey Pelupessy dan Dean James saat dinaturalisasi.
“Riset AD mengungkapkan bahwa Bachdim, saudara dari mantan pesepakbola Irfan Bachdim, adalah tokoh penting dalam proses naturalisasi. Ia tampak jelas hadir dalam foto-foto, antara lain, naturalisasi James dan Joey Pelupessy. Menurut surat kabar tersebut, ini bukan kebetulan. Bachdim memiliki jaringan yang luas baik di Belanda maupun Indonesia. Di masa lalu, ia aktif sebagai pelatih tim muda dan menjalankan sekolah sepak bola, di antara kegiatan lainnya. Kini ia dilaporkan bertindak sebagai 'pion' bagi Asosiasi Sepak Bola Indonesia (PSSI),” tambahnya.
AD menjelaskan bahwa para pemain Timnas Indonesia ingin dinaturalisasi demi mimpi keolahragaan. Namun, tidak menyadari tentang efek samping dari naturalisasi tersebut.
“Para pemain dijejali mimpi sepak bola. Dan justru itulah, menurut mereka yang terlibat, yang menyebabkan sebagian besar pemain kurang memperhatikan konsekuensi dari pilihan mereka untuk bermain bagi Indonesia. Mereka memikirkan peningkatan kemampuan olahraga. Bukan tentang paspor, izin kerja, visa tinggal, dan masalah hukum lainnya,” ulas AD.
Menurut laporan tersebut, hanya Paes yang diperingatkan mengenai kehilangan paspor dan izin kerja. Namun, bukan oleh Bachdim, melainkan oleh manajemennya.
“Kecuali satu orang: kiper Ajax, Maarten Paes. Namun, telah dijelaskan kepadanya bahwa ia berpotensi kehilangan kewarganegaraan Belanda jika memilih Indonesia. Bukan oleh Fardy Bachdim, tetapi oleh pengacara dari SEG, firma manajemennya,” tulis Voetbal Primeur.
“'Tidak jelas apakah Bachdim memang tidak menyadari aturan migrasi yang ketat, atau sengaja mengabaikannya dengan para pemain yang bergaul dengannya. Bachdim telah beberapa kali diminta untuk memberikan tanggapan substantif. Ia tidak ingin menjelaskan secara detail apa yang sedang dilakukannya,” lanjut laporan tersebut.
“Ia 'tidak tertarik' dengan hal ini dan, seperti yang dinyatakan sebelumnya, 'tidak memiliki peran'. Ketika ditanya bagaimana kehadirannya dalam foto bersama para pemain harus diartikan, seperti di kedutaan besar di Roma dan Brussels, ia menjawab: 'Sebagai penggemar',” tambahnya. (rda)
Load more