News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Bung Ropan Mulai Curiga, Jangan-jangan Timnas Indonesia Bakal Lawan Tim Timur Tengah di FIFA Matchday Juni 2026

Bung Ropan mencurigai Timnas Indonesia akan menghadapi lawan Timur Tengah di FIFA Matchday Juni 2026. Simak selengkapnya.
Sabtu, 4 April 2026 - 13:44 WIB
Skuad Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
Sumber :
  • X @timnasindonesia

tvOnenews.com - PSSI mulai memetakan langkah berikutnya untuk Timnas Indonesia setelah merampungkan agenda di FIFA Series 2026.

Fokus kini diarahkan ke FIFA Matchday edisi Juni, yang akan berlangsung pada 1–9 Juni 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meski gagal menjadi juara usai kalah tipis 0-1 dari Timnas Bulgaria di partai final, performa skuad Garuda tetap menuai apresiasi.

Di bawah arahan John Herdman, permainan Indonesia dinilai menunjukkan peningkatan signifikan, terutama dalam aspek organisasi tim dan mental bertanding.

Perkembangan ini juga mendapat sorotan dari pengamat sepak bola nasional, Ronny Pangemanan atau yang akrab disapa Bung Ropan.

Ia menilai progres yang ditunjukkan tim layak diapresiasi, sekaligus harus terus dijaga.

“Secara permainan, kita banyak mendapat pujian atas apa yang dilakukan oleh pelatih kepala John Herdman terhadap Jay Idzes dan kawan-kawan. Semoga permainan timnas kita terus berkembang ke depan dan jauh lebih baik lagi,” kata Bung Ropan, dikutip dari kanal YouTube miliknya.

Terheboh Timnas Indonesia: John Herdman dapat Catatan Khusus dari Sumardji dan Ternyata Dua Pemain Lokal ini Digadang jadi Kunci Kemenangan
Terheboh Timnas Indonesia: John Herdman dapat Catatan Khusus dari Sumardji dan Ternyata Dua Pemain Lokal ini Digadang jadi Kunci Kemenangan
Sumber :
  • Timnas Indonesia/kita garuda id

Menurutnya, FIFA Matchday Juni akan menjadi fase krusial dalam proses peningkatan kualitas tim.

“Persiapan selanjutnya adalah menghadapi FIFA Matchday yang akan berlangsung pada bulan Juni, di antara tanggal 1 sampai tanggal 9,” imbuhnya.

Dalam analisisnya, Bung Ropan sempat menyinggung kemungkinan menghadapi lawan dari Asia Tenggara. Dua nama yang muncul adalah Timnas Thailand dan Timnas Vietnam.

Kedua tim tersebut dinilai masih berada sedikit di atas Indonesia dalam peta kekuatan regional.

“Banyak yang bertanya kira-kira kita akan lawan siapa. Banyak memang calon lawan yang bisa kita bidik. Kalau di Asia Tenggara pun masih bisa. Di Asia Tenggara ada dua tim di atas kita, yakni Thailand dan Vietnam,” ujar Bung Ropan.

Namun, peluang laga melawan sesama tim ASEAN dinilai tidak terlalu besar.

Jadwal kompetisi regional yang padat, seperti Piala AFF dan rencana turnamen kawasan, menjadi pertimbangan utama.

“Kalau alternatif mencari tim dari Asia Tenggara, sepertinya kecil kemungkinannya. Karena nantinya ada Piala AFF,” ungkapnya.

Alih-alih ASEAN, Bung Ropan justru melihat arah PSSI mengarah ke kawasan Timur Tengah. 

Selain memberikan variasi gaya bermain, tim-tim dari wilayah ini juga dikenal memiliki fisik kuat dan tempo permainan tinggi, cocok untuk menguji perkembangan Indonesia.

Beberapa negara yang disebut berpotensi menjadi lawan antara lain Timnas Oman, Timnas Uni Emirat Arab, dan Timnas Kuwait.

“Itu bisa menjadi lawan tanding bagi Jay Idzes dan kawan-kawan,” katanya.

Jay Idzes Akhirnya Jujur, Usai Timnas Indonesia Gagal di Final FIFA Series 2026 Kami Kehilangan Mimpi untuk ke Piala Dunia 2026
Jay Idzes Akhirnya Jujur, Usai Timnas Indonesia Gagal di Final FIFA Series 2026 Kami Kehilangan Mimpi untuk ke Piala Dunia 2026
Sumber :
  • instagram Jay Idzes

Jika benar terealisasi, uji coba melawan tim Timur Tengah akan memberi pengalaman berharga, terutama dalam menghadapi lawan dengan karakter permainan berbeda dari Asia Tenggara.

Hingga saat ini, PSSI yang dipimpin Erick Thohir masih belum mengumumkan lawan resmi untuk FIFA Matchday Juni.

Proses pemilihan dilakukan secara hati-hati agar sesuai dengan kebutuhan tim.

“Saya coba konfirmasi kepada Ketua Umum PSSI, belum bisa dijelaskan. Karena kata Pak Erick Thohir masih dicari siapa calon lawan yang tepat,” tambahnya lagi.

FIFA Matchday bukan sekadar laga uji coba. Ajang ini menjadi kesempatan emas untuk meningkatkan ranking FIFA sekaligus mengasah chemistry tim.

Dengan fondasi permainan yang mulai terbentuk di era John Herdman, pemilihan lawan yang tepat akan sangat menentukan arah perkembangan Timnas Indonesia ke depan.

Kini, publik tinggal menunggu kejutan dari PSSI. Apakah benar Indonesia akan menghadapi tim-tim Timur Tengah? Atau justru ada lawan lain yang lebih mengejutkan?

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Yang jelas, Juni nanti akan menjadi ujian penting untuk menjaga tren positif skuad Garuda.

(tsy)

Klasemen

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT