News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Media Vietnam 'Girang' Pemain Timnas Indonesia Tersandung Masalah di Liga Belanda: Kabar Baik untuk Vietnam

Salah satu media Vietnam ikut menyoroti masalah administrasi yang menimpa pemain diaspora Timnas Indonesia. Hal itu disebut jadi kabar baik bagi Timnas Vietnam.
Sabtu, 4 April 2026 - 06:18 WIB
Timnas Indonesia Vs Saint Kitts and Nevis
Sumber :
  • Kitagaruda.id

tvOnenews.com - Dinamika persaingan sepak bola di kawasan Asia Tenggara kembali memanas, khususnya jelang Piala AFF yang juga akan diikuti oleh Timnas Indonesia.

Sayangnya, Timnas Indonesia tengah ditimpa isu administrasi yang menyeret sejumlah nama pemain diaspora yang berkarier di benua Eropa, khususnya Liga Belanda.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tak cuma dari tanah air, isu tersebut juga turut menjadi sorotan salah satu media Vietnam, Soha.

Timnas Indonesia Vs Bulgaria
Timnas Indonesia Vs Bulgaria
Sumber :
  • Kitagaruda.id

Seperti diketahui, masalah administrasi yang kini dijuluki sebagai  "paspoortgate" Belanda ini pertama kali mencuat saat NAC Breda tidak terima dengan hasil kekalahan telak 0-6 dari klub Go Ahead Eagles.

Pihak manajemen NAC Breda kemudian melayangkan protes kepada operator liga dan federasi sepak bola Belanda (KNVB), terkait keabsahan pemain Go Ahead Eagles sekaligus penggawa Timnas Indonesia, Dean James, yang sudah beralih status kewarganegaraan menjadi WNI.

Dean James disinyalir masih didaftarkan dengan status pemain lokal Uni Eropa. Padahal setelah memegang paspor Indonesia, ia otomatis berstatus pemain asing non-Uni Eropa.

Protes sepihak ini akhirnya memicu KNVB melakukan investigasi menyeluruh, yang kemudian menyeret nama-nama beken pemain diaspora Timnas Indonesia lainnya di Liga Belanda, seperti Justin Hubner (Fortuna Sittard) dan Nathan Tjoe-A-On (Willem II).

Dean James
Dean James
Sumber :
  • Facebook - Go Ahead Eagles

 

Bagi pencinta sepak bola tanah air, situasi ini tentu menjadi kabar buruk yang mengkhawatirkan.

Namun, sebaliknya, media Vietnam dalam laporannya justru melihat fenomena ini dari sudut pandang yang sangat menguntungkan bagi tim nasional mereka.

Soha dalam ulasannya bahkan secara terang-terangan menyebut situasi ini sebagai "kabar baik" bagi Timnas Vietnam yang juga akan ikut berlaga di Piala AFF 2026 mendatang.

"Tim nasional Vietnam menerima kabar baik berkat langkah Indonesia, yang meningkatkan peluang mereka untuk mempertahankan gelar Piala AFF," tulis Soha dalam judul laporannya yang dipublikasikan pada Jumat (3/4/2026).

Timnas Indonesia Vs Bulgaria
Timnas Indonesia Vs Bulgaria
Sumber :
  • Kitagaruda.id

Dalam isi laporannya, Soha menuliskan bahwa untuk Piala AFF, Timnas Indonesia diperkirakan hanya akan memanggil para pemain yang kini berkompetisi di liga domestik.

"Timnas Indonesia diperkirakan hanya akan memanggil pemain yang saat ini berkompetisi di liga nasional (BRI Super League) dan mereka yang berkarir di Asia Tenggara untuk Piala AFF."

"Peluang bintang-bintang yang bermain di Eropa kembali mewakili Indonesia di Piala AFF 2026 sangat rendah," tulis Soha.

Rendahnya kemungkinan para pemain diaspora di klub-klub Eropa untuk dipanggil ke Timnas Indonesia, dianggap sebagai "angin segar" bagi Timnas Vietnam.

Pasalnya, jika nama-nama binrang, seperti Maarten Paes, Jay Idzes, Kevin Diksi, Elkan Baggott, hingga Ole Romeny tidak ikut berpartisipasi, maka kekuatan Timnas Indonesia akan sangat berkurang.

Hal itulah yang bisa dimanfaatkan oleh Vietnam, demi bisa mempertahankan trofi juara di Piala AFF.

Perlu dicatat, bahwa Indonesia dan Vietnam berada di grup yang sama bersama Singapura, Kamboja, dan pemenang babak play-off untuk bertanding di Piala AFF 2026.

Tak ayal, jika tensi antara Skuad Garuda dan The Golden Star Warriors sudah panas, bahkan sebelum turnamen dimulai.

Timnas Vietnam Vs Timnas Malaysia
Timnas Vietnam Vs Timnas Malaysia
Sumber :
  • Facebook - FAM

"Saat ini, Timnas Indonesia masih memiliki puluhan bintang naturalisasi yang bermain sepak bola di Eropa."

"Jika para bintang yang disebutkan di atas tidak dapat berpartisipasi di Piala AFF 2026, kekuatan Timnas Indonesia akan sangat berkurang."

"Jika mereka (Timnas Indonesia) tidak dapat memanggil pemain dari Eropa, tim Indonesia akan kesulitan bersaing dengan Vietnam, baik untuk posisi puncak grup maupun jika kedua tim bertemu lagi di final."

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kesulitan yang dihadapi Indonesia juga menghadirkan peluang bagi para pesaing lainnya, termasuk Timnas Vietnam."

"Tim asuhan pelatih Kim Sang-sik juga akan memiliki kesempatan lain untuk mempertahankan gelar mereka di Piala AFF mendatang," tutup laporan tersebut. (ism)

Klasemen

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT