Ahli Hukum Olahraga Belanda Angkat Suara Soal Skandal Paspor, Salah Pemain Naturalisasi
- Facebook - Go Ahead Eagles
Jakarta, tvOnenews.com - Skandal paspor yang melibatkan pemain naturalisasi di Liga Belanda mendorong sejumlah pihak untuk bersuara. Skandal paspor ini bermula dari laporan NAC Breda yang mempertanyakan keabsahan Dean James membela Go Ahead Eagles.
NAC Breda pada awalnya mengajukan pertandingan ulang atas kekalahan 0-6 dari Go Ahead Eagles karena memainkan pemain Timnas Indonesia, Dean James. Dean James yang sudah berganti paspor ke Indonesia pada Maret 2025 dituding seharusnya menjadi berstatus pemain asing non Uni Eropa, bukan pemain lokal.
Hal ini karena perbedaan mencolok harga pemain lokal dengan pemain non Uni Eropa. Sebagai perbandingan, KNVB mematok pemain asing non Uni Eropa dengan harga 600 ribu euro atau setara dengan Rp11,7 miliar, sedangkan pemain lokal hanya satu pertiga harga tersebut.
Sejumlah pihak mulai mempertanyakan legalitas administrasi beberapa pemain yang telah berpindah kewarganegaraan namun masih bermain di kompetisi Belanda.
Ahli hukum olahraga Belanda, Marjan Olfers, menilai tanggung jawab utama dalam kasus seperti ini sebenarnya berada pada pemain itu sendiri.
Menurut profesor yang mendalami bidang olahraga dan hukum tersebut, seorang atlet yang memutuskan mengganti kewarganegaraan harus memahami konsekuensi hukum yang menyertainya, termasuk terkait izin kerja di negara tempat ia bermain.
"Jika seorang pemain seolah-olah melepaskan kewarganegaraan Belandanya, maka dia masuk ke dalam yurisdiksi hukum yang berbeda. Secara hukum dia dianggap sebagai orang asing," ujar Marjan Olfers dilansir dari laman ESPN, Rabu (1/4/2026).
Ia menjelaskan bahwa dalam kondisi tersebut pemain harus memiliki izin kerja resmi agar dapat bekerja secara legal di Belanda, termasuk bermain di kompetisi sepak bola profesional.
“Artinya pemain harus memiliki izin kerja untuk bisa melakukan pekerjaannya di sini. Jadi pada titik tertentu tanggung jawab memang berada pada pemain itu sendiri,” lanjutnya.
Pendapat serupa juga disampaikan oleh Kementerian Kehakiman Belanda yang menyebut pemain yang secara sukarela mengganti kewarganegaraan harus memahami konsekuensi administratif dari keputusan tersebut.
Meski begitu, Olfers juga menilai klub seharusnya memiliki peran besar dalam mencegah masalah administratif seperti ini. Ia menyoroti pentingnya peran departemen hukum di klub-klub sepak bola untuk memastikan seluruh dokumen pemain sudah sesuai dengan regulasi.
“Pengetahuan hukum di banyak klub masih tertinggal, terutama dalam hal-hal seperti ini,” kata Olfers.
Menurutnya, beberapa klub besar di Eredivisie memang sudah memiliki tim hukum yang kuat. Namun di luar klub-klub papan atas, kemampuan administratif dan hukum masih relatif terbatas.
“Semakin banyak klub menggunakan jasa pengacara, tetapi di luar klub top Eredivisie pengetahuan itu cenderung berkurang,” tambahnya.
Ia juga menilai keterbatasan anggaran menjadi salah satu faktor yang membuat banyak klub tidak memiliki dukungan hukum yang memadai.
“Sebagian besar dana klub digunakan untuk tim di lapangan. Setiap euro yang dikeluarkan untuk konsultasi atau nasihat hukum berarti tidak bisa digunakan untuk kebutuhan tim,” jelas Olfers.
Sementara itu, Federasi Sepak Bola Belanda (KNVB) juga telah mengeluarkan peringatan kepada klub-klub terkait kasus paspor ini. Meski penyelidikan mengenai status Dean James masih berlangsung, KNVB meminta klub untuk hanya memainkan pemain yang benar-benar memiliki status administrasi yang jelas.
Olfers menilai langkah tersebut sebagai keputusan yang wajar untuk mencegah potensi pelanggaran regulasi.
“KNVB pada dasarnya mengatakan bahwa pemain harus memiliki izin kerja untuk bisa bermain. Dalam regulasi mereka jelas disebutkan bahwa jika tidak, klub bisa terkena sanksi,” ujarnya.
Laporan media Belanda juga menyebut bahwa klub Go Ahead Eagles kini tidak lagi mengikutsertakan Dean James dalam sesi latihan untuk menghindari risiko pelanggaran aturan selama penyelidikan berlangsung.
Hingga kini masih belum jelas apakah pemain yang memiliki latar belakang kewarganegaraan Suriname, Cape Verde, maupun Indonesia akan diizinkan bermain pada akhir pekan ini. Klub-klub yang bersangkutan juga belum memberikan pernyataan resmi terkait situasi tersebut.
Olfers memperkirakan KNVB kemungkinan akan bekerja sama dengan otoritas imigrasi Belanda untuk mencari solusi jangka panjang mengenai aturan izin kerja bagi pemain dari luar Uni Eropa.
“Federasi kemungkinan akan berdiskusi dengan pihak imigrasi mengenai apakah pemain non-Uni Eropa bisa mendapatkan izin kerja dengan cara yang lebih mudah di masa depan,” jelasnya.
Di sisi lain, proses hukum yang diajukan oleh NAC Breda terkait pertandingan melawan Go Ahead Eagles juga masih berjalan. Klub tersebut sebelumnya meminta agar pertandingan tersebut dinyatakan tidak sah karena mempertanyakan status Dean James.
Meski demikian, Olfers meragukan kemungkinan pertandingan tersebut akan diulang.
“Saya tidak melihat KNVB akan memutuskan pertandingan harus dimainkan ulang,” kata Olfers.
Ia menambahkan bahwa secara hukum memang ada kemungkinan bagi klub untuk menempuh jalur hukum lebih lanjut. Namun dalam praktik sepak bola biasanya federasi akan mencari solusi yang lebih praktis.
“Secara formal, berdasarkan aturan, itu memang mungkin saja. Tetapi saya memperkirakan seperti yang sering terjadi di dunia sepak bola, masalah ini akan diselesaikan dengan pendekatan yang lebih ke depan,” pungkasnya.
Load more