Emil Audero dan Jay Idzes Jadi Omongan di Serie A, Bukti Kualitas Pemain Timnas Indonesia
- REUTERS/Issei Kato
tvOnenews.com — Perhatian publik Tanah Air musim ini tak hanya tertuju pada kiprah Timnas Indonesia, tetapi juga performa para pemainnya di kompetisi elite Eropa.
Di ajang Serie A, dua nama mencuri perhatian berkat kontribusi vital bagi klub masing-masing, yakni Emil Audero dan Jay Idzes.
Audero tampil impresif bersama Cremonese. Di tengah tekanan yang kerap menghantam timnya, kiper 29 tahun itu justru menunjukkan konsistensi tinggi di bawah mistar.
Ia bukan sekadar pelengkap, melainkan menjadi fondasi utama dalam upaya Cremonese bertahan dari ancaman degradasi.

- Cremonese Official
Berdasarkan data WhoScored, hingga pekan ke-27 Audero telah membukukan 99 penyelamatan dari 23 laga.
Catatan tersebut menjadikannya kiper dengan jumlah penyelamatan terbanyak di Serie A musim ini, unggul tipis dari penjaga gawang Sassuolo, Arijanet Muric, yang mengoleksi 97 penyelamatan dalam 26 pertandingan.
Dua laga terakhir menggambarkan beratnya tugas Audero. Cremonese takluk 0-3 dari AS Roma dan kemudian kalah 0-2 saat menghadapi AC Milan.
Meski kebobolan lima gol dalam dua pertandingan tersebut, performa Audero tetap mendapat sorotan positif.
Saat melawan Roma, ia melakukan dua penyelamatan krusial yang mencegah skor semakin melebar.
Sementara ketika menghadapi Milan, Audero mencatat empat penyelamatan penting, termasuk menggagalkan peluang emas dari jarak dekat.
Situasi ini seolah menjadi gambaran konsisten musimnya: bekerja tanpa banyak jeda menghadapi gempuran lawan.
Meski saat ini Cremonese masih berada di peringkat ke-17 klasemen, lini pertahanan mereka terbilang cukup kompetitif.
Hingga pekan ke-27, Cremonese kebobolan 38 gol, lebih baik dibandingkan Torino yang berada di posisi ke-14 dengan 47 gol kebobolan.

- Sassuolo
Di sisi lain, Jay Idzes tampil tak kalah solid bersama Sassuolo. Hingga pekan ke-27, kontribusinya membantu tim bertengger di posisi kesembilan klasemen dan menjaga peluang bersaing di papan tengah.
Dari total 27 pertandingan Sassuolo musim ini, Idzes tampil dalam 26 laga. Ia hanya sekali absen, itu pun karena statusnya sebagai pemain anyar di awal musim.
Sejak debutnya melawan Cremonese pada 29 Agustus 2025, Idzes langsung mengamankan satu tempat di jantung pertahanan.
Data FootMob mencatat Idzes telah mengoleksi 140 clearance, menempatkannya di jajaran 10 besar bek dengan sapuan terbanyak di Serie A.
Tak hanya itu, ia juga membukukan 21 tekel sukses serta 34 intersep, memperlihatkan kemampuannya membaca permainan dan memutus serangan sebelum berkembang menjadi ancaman.
Kokohnya lini belakang Sassuolo musim ini juga tak lepas dari duet Idzes bersama Tarik Muharemović.
Kolaborasi keduanya menjadi salah satu kombinasi bek tengah paling stabil di liga. Dari 27 pertandingan, Sassuolo kebobolan 36 gol—angka yang cukup kompetitif bagi tim papan tengah.
Performa Audero dan Idzes menjadi bukti nyata bahwa pemain Indonesia mampu bersaing di level tertinggi sepak bola Eropa.
Bukan hanya soal statistik, tetapi juga konsistensi, mentalitas, dan pengaruh besar mereka bagi tim masing-masing di kerasnya panggung Serie A.
Load more