News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Jadi Lawan Timnas Indonesia, Pelatih Singapura Tak Lagi Andalkan Naturalisasi dan Bertumpu pada Bakat Lokal di Piala AFF 2026

Piala AFF 2026 mempertemukan Timnas Indonesia dengan rival regionalnya, Singapura. Kedua tim tergabung di Grup A bersama Vietnam, Kamboja serta tim play-off.
Jumat, 16 Januari 2026 - 13:22 WIB
Pelatih Singapura, Gavin Lee
Sumber :
  • instagram.com/fasingapore

‎Jakarta, tvOnenews.com – Piala AFF 2026 akan kembali mempertemukan Timnas Indonesia dengan salah satu rival regionalnya, yakni Singapura. Kedua tim tergabung di Grup A bersama Vietnam, Kamboja, serta satu tim hasil play-off antara Brunei Darussalam atau Timor Leste.

‎Grup A langsung mendapat sorotan karena dihuni oleh tim-tim yang memiliki pengalaman panjang di level Asia Tenggara. Persaingan dipastikan berlangsung ketat karena hampir seluruh peserta memiliki ambisi besar untuk melaju ke fase gugur.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

‎Bagi Singapura, keikutsertaan di ajang Piala AFF selalu membawa gengsi tersendiri. Negara tersebut tercatat sebagai salah satu kekuatan tradisional di kawasan dengan sejarah prestasi yang tidak bisa dipandang sebelah mata.

‎Empat gelar juara Piala AFF pernah diraih The Lions pada era sebelumnya. Catatan itu menjadi bukti bahwa Singapura pernah berada di puncak sepak bola Asia Tenggara dalam waktu yang cukup lama.

‎Meski demikian, kejayaan tersebut tercipta dalam konteks yang berbeda dibandingkan dengan kondisi saat ini. Pada awal 2000-an hingga 2012, Singapura dikenal luas karena mengandalkan banyak pemain naturalisasi dari luar negeri.

‎Kebijakan tersebut menjadi tulang punggung kekuatan tim kala itu. Namun, seiring berjalannya waktu, Singapura mulai mengubah arah pembangunan tim nasionalnya secara bertahap.

‎Perubahan tersebut kini berada di tangan pelatih muda Gavin Lee. Ia menekankan pentingnya identitas, kebanggaan, serta rasa memiliki terhadap lambang negara yang dikenakan para pemainnya.

‎"Ya, saya rasa kami punya banyak pemain yang sangat bangga bermain untuk negara. Mereka mewakili negara dengan penuh kebanggaan dan kehormatan," ujar Lee, Kamis (15/1/2026).

‎Gavin Lee memang menjadi figur sentral dalam transformasi Timnas Singapura. Di usia yang relatif muda, ia sukses mengantar The Lions lolos ke Piala Asia 2027.

‎Keberhasilan tersebut menjadi pencapaian bersejarah tersendiri. Pasalnya, Singapura meraih tiket ke Piala Asia dengan mayoritas pemain hasil pembinaan lokal.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

‎Para pemain tersebut tumbuh dan berkembang dari sistem sepak bola domestik Singapura. Hal ini menandai babak baru dalam filosofi pengembangan tim nasional mereka.

‎"Saya rasa lolos ke Piala Asia hanyalah contoh dari usaha dan mentalitas mereka. Jadi, saya sangat antusias melihat mereka berkompetisi di ajang ini dan melihat bagaimana penampilan kami," jelas Gavin Lee.‎

Halaman Selanjutnya :
Klasemen

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT