News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Patrick Kluivert Bongkar Kekurangan GBK, Ungkap Impian Gila Soal Stadion Timnas Indonesia di Masa Depan

Pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert, tidak bisa membayangkan Garuda bermain di stadion yang jarak antara lapangan dengan tribune penonton begitu dekat seperti Eropa.
Sabtu, 20 September 2025 - 15:36 WIB
Pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert
Sumber :
  • PSSI

Jakarta, tvOnenews.com - Pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert, tidak bisa membayangkan Garuda bermain di stadion yang jarak antara lapangan dengan tribune penonton begitu dekat seperti Eropa.

Timnas Indonesia selama ini menjadikan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) sebagai kandang untuk menjamu lawan-lawannya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meski berkapasitas sangat besar, salah satu kekurangan yang dimiliki oleh SUGBK adalah jarak antara lapangan dan tribune penonton.

Pasalnya, terdapat trek lari yang membuat suara suporter tidak menggelegar seperti stadion-stadion di Eropa.

Stadion GBK Kosong Melompong, Suporter Malaysia Absen di Piala AFF U-23 2025: Tertinggal 0-2 dari Filipina
Stadion GBK Kosong Melompong, Suporter Malaysia Absen di Piala AFF U-23 2025: Tertinggal 0-2 dari Filipina
Sumber :
  • tvOnenews-Ilham Giovani

 

Patrick Kluivert mengungkapkan, atmosfer akan lebih mengerikan jika Timnas Indonesia bermain di stadion seperti itu.

"Luar biasa dan bahkan di GBK Anda memiliki lingkaran di sekitar stadion jadi penggemar lebih jauh dari lapangan, bisa Anda bayangkan jika Anda memiliki orang-orang di dekat lapangan," ujar Patrick Kluivert dikutip dari Podcast The Haye Way, Sabtu (20/9/2025).

Dia pun berharap, suatu hari Timnas Indonesia bisa bermain di stadion dengan jarak lapangan dan tribune penonton yang lebih dekat.

Menurut dia, tim lawan tidak akan nyaman dengan atmosfer yang akan diberikan oleh suporter Timnas Indonesia.

"Saya benar-benar ingin timnas bermain di stadion yang lebih dekat karena jika Anda memiliki itu lawan memiliki malam yang benar-benar sulit dan itu yang Anda ingin buat," katanya.

Pelatih asal Belanda ini menambahkan, Indonesia memiliki antusiasme terhadap sepak bola yang sangat besar.

Dengan dukungan infrastruktur di stadion yang lebih baik, para pemain dipastikan bakal mendapat motivasi berlipat ganda.

"Negara seperti ini dengan penggemar yang sangat bersemangat di lapangan dan memberikan semuanya untuk memotivasi pemain dan untuk memberi mereka semangat yang besar yang mereka butuhkan," pungkasnya.

Di Indonesia, memang tidak banyak stadion yang memiliki jarak antara lapangan dengan tribune penonton cukup dekat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hanya ada beberapa yang ada saat ini seperti Jakarta International Stadium (JIS), Batakan Balikpapan, Maguwoharjo Sleman, dan Stadion Utama Sumut. (fan)


 

Klasemen

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT