News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

PSSI Dapat 'Peringatan' dari Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Soal Naturalisasi: Jangan Cuma...

Eks asisten pelatih Timnas Indonesia, Wolfgang Pikal, mengingatkan PSSI agar tidak bergantung pada naturalisasi pemain dan tetap mengembangkan bakat lokal. Ia juga menyoroti rencana penambahan pemain asing di Liga 1 yang sempat menuai kontroversi.
Senin, 26 Mei 2025 - 16:41 WIB
Sempat Disanggah Erick Thohir, Media China Sebut Timnas Indonesia Akan Ada Tambahan 2 Pemain Naturalisasi Lagi
Sumber :
  • tvOnenews/Taufik Hidayat

Jakarta, tvOnenews.com - Eks asisten pelatih Timnas Indonesia Wolfgang Pikal mengingatkan PSSI untuk tak banyak menaturalisasi pemain, sehingga lupa akan talenta berbakat dari pemain lokal tanah air.

Ketika ditemui wartawan di Jakarta, pria yang kini menjadi Direktur Akademi Papua Football Academy (PFA) itu bukan tidak setuju. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, ia mengingatkan PSSI agar tak bergantung pada cara tersebut, yang menurutnya adalah cara instan.

"Semua sudah tahu naturalisasi itu cuma pendek aja, itu solusi jangka pendek, itu saja. Jangan cuma lihat ke sana aja, kembangkan orang Indonesia asli dari sini, banyak potensi di Indonesia. Ini PR untuk PSSI," kata Pikal.

Wolfgang Pikal saat menjadi asisten pribadi Alfred Riedl di Timnas Indonesia
Wolfgang Pikal saat menjadi asisten pribadi Alfred Riedl di Timnas Indonesia
Sumber :
  • ANTARA

 

Pikal kemudian menyoroti rencana PT Liga Indonesia Baru (LIB) yang beberapa waktu lalu mengungkapkan ada proposal terkait penambahan pemain asing di Liga 1 Indonesia yang semula delapan pemain, menjadi 11 pemain.

Namun, setelah mendapatkan penolakan keras dari publik tanah air, rencana ini dibatalkan. Hal ini dikonfirmasi langsung oleh Direktur Utama PT LIB Ferry Paulus setelah dirinya menghadiri acara awarding pada laga Persib Bandung melawan Persis Solo di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Sabtu lalu.

Dia mengatakan bahwa regulasi pemain asing musim depan seperti halnya pada musim ini, yakni setiap klub boleh mendaftarkan delapan pemain asing, dengan enam di antaranya bermain di lapangan dalam satu pertandingan.

"Sekarang 11 pemain asing di Liga 1, itu untuk saya sedikit aneh. Mungkin bagus untuk penonton, tapi untuk pemain asli Indonesia tidak baik, terlalu banyak orang asing," tambah dia.

Lebih lanjut, Pikal, yang kini berusia 57 tahun turut mendoakan timnas Indonesia untuk lolos ke Piala Dunia 2026. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tim Garuda sendiri saat ini akan menghadapi dua laga pamungkas pada Juni saat menghadapi China (5 Juni) dan Jepang (10 Juni).

"Saya pikir sekarang kita punya pemain-pemain naturalisasi itu (di timnas). Kita masih ada kesempatan ke Piala Dunia, mungkin nomor dua di grup itu susah, tapi nomor tiga (masih bisa) karena nanti lanjut kualifikasi (ke putaran keempat) dengan negara lain," tutur dia.

Halaman Selanjutnya :
Klasemen

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT