Thom Haye Akui Pendam Rasa Iri kepada Jay Idzes yang Jadi Kapten Timnas Indonesia: Kalau Saja Saya …
- PSSI
tvOnenews.com - Pemain Timnas Indonesia, Thom Haye, mengindikasikan rasa iri kepada Jay Idzes yang berhasil menjadi sosok yang inspiratif di usia muda.
Skuad Garuda kini diisi oleh para pemain berkualitas yang bermain di liga-liga top Eropa, termasuk Jay Idzes.
Sang bek tengah berusia 24 tahun tampil fenomenal di kasta tertinggi Liga Italia, Serie A, bersama klubnya, Venezia.
![]()
Jay Idzes di Venezia. (Sumber: Instagram/Jay Idzes)
Kegemilangan Idzes sampai memikat perhatian tim-tim top seperti Inter Milan, AC Milan, dan Juventus belakangan ini.
Idzes tampaknya akan benar-benar hengkang di bursa transfer musim panas mendatang, namun pelabuhannya belum diketahui.
Pada usia yang masih muda, Idzes sudah menjadi sosok inspiratif dan bahkan memimpin Timnas Indonesia.
Dia sudah terpilih menjadi kapten skuad Garuda, meski baru menjalani debutnya pada Maret 2024 lalu.
Thom Haye melakoni debut bareng Idzes, yaitu ketika Timnas Indonesia menang 3-0 atas Vietnam di Hanoi.
![]()
Jay Idzes, Thom Haye, dan Ole Romeny. (Sumber: AFC)
Namun, Haye sudah lebih berumur, yaitu 30 tahun. Meski sinarnya juga tak kalah benderang di Timnas Indonesia, sang gelandang mengaku punya penyesalan.
Ketika berbicara dengan Idzes di kanal YouTube-nya, The Haye Way, pada akhir 2024 lalu Thom Haye mengungkap rasa irinya sekaligus penyesalan.
Dia melihat Idzes yang bisa berjuang dengan begitu serius pada usia yang sanagt muda hingga memikat banyak klub top.
Namun, dirinya tidak melakukan itu ketika masih berusia muda, dan itu menjadi penyesalan baginya.
“Saya adalah contoh sempurna dari seseorang yang akan mengatakan bahwa jika saya bekerja lebih keras ketika masih muda, maka saya bisa melalui langkah berbeda,” kata Haye.
“Saya bermain lebih dari 60 pertandingan di tim utama AZ [pada 2012 hingga 2016]. Pada usia yang segitu, itu adalah pencapaian besar,” tambahnya.
![]()
Thom Haye. (Sumber: tvOnenews.com/Taufik Hidayat)
Namun, Haye mengakui bahwa dirinya bisa jadi sangat malas ketika masih muda. Dia terselamatkan karena punya bakat alami.
“Saya dapat mengatakan bahwa saya punya bakat alami dalam bermain sepak bola. Tapi ketika masih muda, saya bisa menjadi sangat malas,” tuturnya.
Load more