Setelah Dilatih Patrick Kluivert, Media Jepang Bikin Prediksi Nyeleneh soal Masa Depan Timnas Indonesia
- tvOnenews.com - Taufik Hidayat
tvOnenews.com - Setelah dilatih Patrick Kluivert, media Jepang buat prediksi nyeleneh soal masa depan Timnas Indonesia yang kini didominasi pemain diaspora Belanda.
Timnas Indonesia kembali menjadi sorotan media internasional. Kali ini, perhatian datang dari Jepang, yang mengamati tren baru dalam skuad Timnas Indonesia jelang Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Dalam tiga kalimat awal ulasannya, media Jepang secara lugas menyebut bahwa Timnas Indonesia kini lebih banyak diisi oleh pemain diaspora keturunan Belanda dan dipimpin oleh pelatih asal Belanda, Patrick Kluivert.
![]()
Pemain Timnas Indonesia. (Sumber: Instagram)
Media Jepang Sportsbull.jp menyebut bahwa hampir separuh dari pemain yang kini memperkuat Timnas Indonesia memiliki latar belakang Belanda.
"Sekitar setengah dari pemain Timnas Indonesia adalah orang Belanda. Pelatih barunya bahkan mantan penyerang Timnas Belanda, Patrick Kluivert. Seluruh staf pelatih juga diisi orang Belanda," tulis Sportsbull.jp dalam ulasan yang dikutip pada Kamis (6/2/2025).
PSSI memang sedang gencar menjalankan program naturalisasi untuk memperkuat skuad Garuda, terutama menghadapi ajang besar seperti Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Setidaknya sudah ada 15 nama pemain diaspora asal Belanda yang resmi membela Timnas Indonesia, termasuk Sandy Walsh, Shayne Pattynama, Jordi Amat, Rafael Struick, Justin Hubner, Ivar Jenner, Thom Haye, hingga Maarten Paes.
Belum cukup sampai di sana, proses naturalisasi masih terus berjalan. Nama terbaru yang tengah menyelesaikan proses tersebut adalah Ole Romeny, penyerang muda potensial yang tinggal menunggu pengambilan sumpah sebagai Warga Negara Indonesia. Ini berarti daftar pemain diaspora masih akan terus bertambah.
"Daftar (pemain naturalisasi) terus bertambah, dengan banyak sekali orang Belanda yang saat ini sedang melalui proses naturalisasi," tambah Sportsbull.jp.
![]()
Pemain Timnas Indonesia. (Sumber: tvOnenews.com - Taufik Hidayat)
Yang menjadi perhatian utama dari media Jepang tersebut adalah potensi hilangnya pemain lokal murni dari skuad Timnas Indonesia.
Dalam ulasan mereka, disebutkan bahwa dalam beberapa pertandingan terakhir, hanya dua pemain lokal yang mengisi starting XI seperti Rizky Ridho dan Marselino Ferdinan.
"Jika hal ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin tidak akan ada lagi pemain yang murni domestik (pemain lokal) sama sekali (di Timnas Indonesia)," tulis Sportsbull.jp menutup ulasannya.
Pernyataan itu tentu menggelitik, tapi juga patut menjadi bahan evaluasi.
Program naturalisasi memang bisa memberi solusi jangka pendek untuk meningkatkan kualitas dan daya saing Timnas Indonesia, terutama dalam turnamen besar seperti Piala Dunia.
Namun, jika terus-menerus bergantung pada pemain diaspora, maka regenerasi pemain lokal bisa terhambat.
![]()
Pemain Timnas Indonesia. (Sumber: PSSI)
Di sisi lain, kehadiran pelatih sekelas Patrick Kluivert diharapkan bisa memberikan dampak positif tidak hanya bagi performa tim utama, tetapi juga dalam pengembangan struktur kepelatihan nasional.
Harapan lainnya adalah agar Kluivert dan timnya dapat membina bakat-bakat lokal agar bisa bersaing dengan pemain diaspora di masa depan.
Kini, sorotan dari media asing seperti Jepang ini bisa menjadi alarm sekaligus cambuk bagi PSSI agar tidak melupakan akar pembinaan sepak bola tanah air.
PSSI harus segera mengembangkan infrastruktur, kompetisi usia dini, hingga sistem pembinaan berjenjang yang terintegrasi agar Timnas Indonesia tidak kehilangan identitas lokalnya.
![]()
Pemain Timnas Indonesia. (Sumber: tvOnenews/Taufik Hidayat)
(anf)
Load more