Posisi Pratama Arhan di Timnas Indonesia 'Terancam' Jelang Laga Vs China, Andre Rosiade: Fokus Saya Menyelamatkan
- Antara
tvOnenews.com - Nama Pratama Arhan kini mulai memudar dari daftar pemain inti timnas Indonesia sejak kendali kepelatihan berpindah ke tangan Patrick Kluivert.
Sebelumnya, Arhan merupakan langganan tim utama di era Shin Tae-yong, berperan sebagai bek kiri andalan dalam berbagai turnamen, mulai dari Piala AFF hingga Kualifikasi Piala Asia.
Namun, perubahan strategi dan pendekatan taktik oleh Kluivert tampaknya membawa pergeseran signifikan di komposisi pemain.
Dalam dua laga awalnya bersama skuad Garuda kontra Australia (20 Maret) dan Bahrain (25 Maret), Kluivert tidak memasukkan nama Pratama Arhan ke dalam daftar pemain.
Posisi bek kiri lebih dipercayakan kepada Shayne Pattynama, yang dinilai lebih cocok dengan skema build-up cepat ala Kluivert.
Absennya Arhan dari skuad menjadi bahan pembicaraan di kalangan publik, terlebih karena ia adalah menantu dari Andre Rosiade, tokoh politik sekaligus penasihat klub Semen Padang.
Meski punya hubungan keluarga, Andre menegaskan dirinya enggan ikut campur dalam keputusan Kluivert.
"Itu sepenuhnya wewenang pelatih. Kalau memang Arhan dibutuhkan, silakan dipanggil. Tapi saya tidak mau intervensi atau mengomentari keputusan Patrick Kluivert," ujar Andre Rosiade kepada awak media di Stadion PTIK, Jakarta, Senin (26/8/2024) siang.
Di sisi lain, Andre mengaku saat ini fokus utamanya bukan pada polemik timnas, melainkan pada misi menyelamatkan Semen Padang dari jurang degradasi.
Klub kebanggaan masyarakat Sumatera Barat itu sedang terpuruk di peringkat ke-16 Liga 1 2024/2025 dengan koleksi 28 poin, hanya terpaut satu angka dari zona aman yang ditempati Barito Putera.
"Yang menjadi prioritas saya sekarang adalah menyelamatkan Semen Padang. Ini klub dari kampung halaman saya," tegas Andre.
- tvOnenews.com/Ilham Giovani Pratama
Keputusan Kluivert tidak memanggil Arhan menjadi perhatian tersendiri jelang laga penting kontra China dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026 pada 6 Juni 2025 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta.
Pertandingan ini akan menjadi laga krusial bagi Indonesia dalam menentukan nasib ke putaran keempat zona Asia.
Meski tidak menutup kemungkinan pemanggilan ulang, hingga kini belum ada sinyal kuat dari Kluivert untuk mengembalikan Arhan ke skuad.
Load more