tvOnenews.com - Media China tengah menaruh perhatian besar terhadap Patrick Kluivert yang ditunjuk sebagai pelatih anyar Timnas Indonesia menggantikan Shin Tae-yong.
Sebagaimana diketahui, kerja sama antara PSSI dan Shin Tae-yong resmi berakhir pada awal Januari lalu.
Tidak berselang lama, federasi sepak bola Indonesia menunjuk Kluivert untuk memimpin skuad Garuda dengan harapan membawa tim menuju Piala Dunia.
Patrick Kluivert lahir di Amsterdam, Belanda, pada 1 Juli 1976. Ia merupakan mantan striker andalan yang pernah memperkuat sejumlah klub elite Eropa, termasuk Ajax, AC Milan, Barcelona, Newcastle United, Valencia, PSV Eindhoven, dan Lille.
Kiprahnya di Timnas Belanda dimulai sejak 1994, di mana ia sukses mencetak 40 gol, menjadikannya pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah tim Oranje pada masanya.
Setelah pensiun sebagai pemain pada 2008, perjalanan kepelatihan Kluivert tidak semegah karier bermainnya.
Ia sempat menjadi asisten pelatih di Timnas Kamerun dan pelatih interim Curacao. Pengalaman resminya sebagai pelatih kepala hanya terjadi di klub Liga Super Turki, Demirspor, sejak Juli 2023.
Dalam 20 pertandingan, ia mencatatkan 8 kemenangan, 6 hasil imbang, dan 6 kekalahan sebelum diberhentikan setelah lima bulan bertugas.
Pergantian pelatih ini pun memunculkan beragam reaksi, termasuk dari media China yang menilai bahwa kehadiran Kluivert berkaitan erat dengan dominasi pemain naturalisasi asal Belanda di Timnas Indonesia.
"Alasan utama mengapa Indonesia memilih Kluivert sebagai pelatih kepala mungkin karena banyaknya pemain naturalisasi Belanda di dalam tim," tulis media China, 163.com.
"Seperti kita ketahui, Indonesia sebelumnya telah menaturalisasi sejumlah besar pemain Belanda atau pemain dengan latar belakang pelatihan muda Belanda."
"Sebagai legenda sepak bola Belanda, Kluivert memiliki pemahaman yang baik tentang sepak bola Belanda, yang mungkin menjadi alasan utama mengapa Indonesia memilihnya."
Sementara Indonesia mengalami perubahan di kursi kepelatihan, Timnas China justru lebih stabil di bawah asuhan Branko Ivankovic.
Tim Negeri Tirai Bambu itu kini diperkuat banyak pemain muda berbakat dan terus memperkuat skuatnya dengan tambahan pemain naturalisasi.
"Seluruh tim penuh dengan semangat juang dan pandangan mental yang positif," lanjut laporan 163.com.
"Ditambah dengan penambahan pemain naturalisasi di masa mendatang, Timnas China dapat dikatakan sedang dalam momen terbaiknya."
Timnas Indonesia sendiri masih memiliki peluang besar untuk lolos ke Piala Dunia 2026.
Saat ini, mereka menempati posisi ketiga di Grup C putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 dengan torehan 6 poin dari enam pertandingan.
Skuad Garuda hanya terpaut satu poin dari Australia yang berada di posisi kedua, sementara Arab Saudi, Bahrain, dan China juga mengoleksi jumlah poin yang sama, tetapi kalah dalam selisih gol.
Dua tim teratas akan otomatis lolos ke Piala Dunia 2026, sementara peringkat ketiga dan keempat akan bertanding di putaran keempat untuk kembali bersaing mendapatkan tiket ke babak final.
Dari empat pertandingan tersisa, Indonesia akan kembali menghadapi China dalam laga krusial di Stadion Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada Juni mendatang. (udn)
Load more