News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Shin Tae-yong Resmi Ditunjuk PSSI Jadi Dirtek Timnas Indonesia? Indra Sjafri Singgung Syaratnya: Anak Indonesia Nyaman Bermain dengan Cara Indonesia

Shin Tae-yong resmi ditunjuk jadi Dirtek Timnas Indonesia? Indra Sjafri singgung syaratnya. "Anak Indonesia lebih nyaman bermain dengan cara Indonesia, " Indra
Selasa, 28 Januari 2025 - 17:45 WIB
Mantan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong dan Indra Sjafri
Sumber :
  • Instagram Shin Tae-yong / PSSI

tvOnenews.com - Shin Tae-yong resmi ditunjuk jadi Dirtek Timnas Indonesia? Indra Sjafri singgung syaratnya berat dan harus bisa hal ini.

Keputusan PSSI untuk memecat Shin Tae-yong (STY) sebagai pelatih Timnas Indonesia pada 6 Januari 2025 mengejutkan banyak pihak. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selama lima tahun masa jabatannya, pelatih asal Korea Selatan ini mencatatkan prestasi membanggakan. 

STY berhasil membawa Tim Merah Putih melaju hingga babak 16 besar Piala Asia 2023, mencapai semifinal Piala Asia U-23 2024, dan mengantarkan Indonesia ke ronde ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. 

Peringkat FIFA Indonesia pun naik dari posisi 173 ke 127. Namun, meski tengah mempersiapkan tim menghadapi laga penting melawan Australia dan Bahrain pada Maret 2025, posisinya digantikan oleh Patrick Kluivert.

Setelah pemecatannya, muncul rumor bahwa STY akan diangkat menjadi Direktur Teknik (Dirtek) Timnas Indonesia. 

PSSI Resmi Tunjuk Shin Tae-yong jadi Direktur Teknik (Dirtek) Timnas Indonesia?

Hal ini berkaitan dengan kebutuhan PSSI akan dirtek baru setelah Indra Sjafri kembali fokus melatih Timnas U-20. 

Namun, STY membantah kabar tersebut. Saat diwawancarai di Bandara Soekarno Hatta sebelum kembali ke Korea Selatan, ia menyatakan tidak ada tawaran.

“Tidak ada sama sekali," kata Shin Tae-yong, Minggu (26/1/2025) malam WIB.

Meski demikian, dukungan suporter terhadap STY tetap kuat, terlihat dari sambutan hangat mereka di bandara.

Dalam konteks jabatan dirtek, mantan Dirtek Timnas Indonesia, Indra Sjafri, menekankan pentingnya sosok yang memahami filosofi sepakbola nasional. 

Shin Tae-yong dan Indra Sjafri
Shin Tae-yong dan Indra Sjafri
Sumber :
  • AFC dan ANTARA

 

Apa Syarat jadi Direktur Teknik Timnas Indonesia? Indra Sjafri Bongkar Syaratnya

Menurutnya, dirtek harus memiliki kepemimpinan, manajemen, pemahaman tentang sepakbola amatir, hingga performa tinggi. 

“Dampak pembinaan dan pengembangan sepakbola itu baru terlihat 5-10 tahun ke depan,” ujar Indra. Ia juga menyebut pentingnya kolaborasi antara dirtek dengan pelatih kepala untuk menciptakan filosofi sepakbola yang khas Indonesia.

Saat ini, posisi dirtek kosong sejak ditinggalkan Franck Wormuth pada 2023. Beberapa nama muncul sebagai kandidat, seperti Louis van Gaal dan STY. 

Indra menilai, calon dirtek harus bisa beradaptasi dengan filosofi yang sedang dibangun, termasuk bekerja sama dengan Patrick Kluivert. 

Filosofi Belanda yang dibawa Kluivert dianggap relevan dengan pendekatan yang nyaman bagi pemain Indonesia. 

“Anak Indonesia akan nyaman bermain dengan cara Indonesia, sama seperti orang Belanda dengan cara Belanda,” kata Indra, seraya menyebut bahwa Kluivert mendukung pandangan tersebut.

Rumor STY sebagai dirtek mencuat karena rekam jejaknya yang mumpuni dalam menangani berbagai kelompok usia di Timnas Indonesia. 

Dengan pengalamannya, ia dianggap mampu menciptakan kesinambungan dalam pembinaan pemain muda hingga level senior. 

Namun, hingga kini, belum ada konfirmasi resmi dari PSSI terkait hal tersebut. Publik pun menunggu keputusan PSSI mengenai siapa yang akan memimpin pembinaan sepakbola nasional.

Posisi Dirtek memiliki peran strategis dalam membangun fondasi sepakbola Indonesia. 

Sosok ini diharapkan mampu menyusun program jangka panjang yang mendukung pengembangan pemain muda dan menciptakan timnas yang kompetitif di level internasional. 

Filosofi yang selaras antara dirtek, pelatih, dan pemain menjadi kunci keberhasilan. Dalam situasi saat ini, penting bagi PSSI untuk memastikan kandidat yang dipilih benar-benar mampu memahami kebutuhan sepakbola Indonesia.

Dengan latar belakang prestasi STY dan tuntutan terhadap dirtek yang disampaikan oleh Indra Sjafri, publik berharap keputusan PSSI tidak hanya didasarkan pada popularitas, tetapi juga visi dan kemampuan kandidat. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Apakah STY akan kembali berkontribusi sebagai dirtek atau PSSI memilih sosok lain seperti Louis van Gaal? 

Jawaban ini akan menentukan arah pengembangan sepakbola Indonesia ke depan. Keputusan yang diambil harus mampu menjawab kebutuhan jangka panjang demi kemajuan sepakbola nasional. (udn)

Klasemen

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT