News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Aturan AFC Buat Timnas Indonesia Pincang dan Tak Komplet di Piala Asia U-20 2025, Ini Penjelasannya

Melihat aturan AFC yang membuat Timnas Indonesia batal diperkuat dua pemain calon naturalisasi dari Eropa pada Piala Asia U-20 2025 bulan depan.
  • Reporter :
  • Editor :
Kamis, 16 Januari 2025 - 15:41 WIB
Aturan AFC Buat Timnas Indonesia Pincang di Piala Asia U-20 2025, Ini Penjelasannya
Sumber :
  • tvOnenews.com/Ilham Giovani Pratama

Jakarta, tvOnenews.com - Melihat aturan AFC yang membuat Timnas Indonesia batal diperkuat dua pemain calon naturalisasi dari Eropa pada Piala Asia U-20 2025 bulan depan.

Seperti diketahui, Timnas Indonesia akan tampil pada Piala Asia U-2025 di China yang mulai bergulir pada 13 Februari 2025 mendatang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tergabung di Grup C, skuad Garuda Nusantara akan menghadapi Uzbekistan, Iran serta Yaman untuk amankan tiket ke fase knock out.

tvonenews

Jelang tampil di gelaran dua tahunan tersebut, Timnas Indonesia U-20 saat ini tengah mempersiapkan diri dan menjalani pemusatan latihan di Jakarta.

Timnas Indonesia U-20 baru saja menggelar sesi pemusatan latihan (TC) di Stadion Madya Gelora Bung Karno pada Rabu (15/1/2025) lalu.

Berdasarkan pantauan tvOnenews.com di lokasi, terdapat 30 pemain yang terlihat mengikuti TC tersebut dari 34 nama yang dipanggil pelatih Indra Sjafri.

Menariknya dari total nama yang dipanggil dan didaftarkan ke AFC untuk Piala Asia U-20 nanti, pelatih Indra Sjafri memastikan bahwa dua calon naturalisasi yakni Tim Geypens dan Dion dipastikan absen dari skuad Garuda Nusantara.

Dikabarkan bahwa proses naturalisasi Tim Geyspens dan Dion Markx tak akan rampung dalam waktu dekat atau tepat waktu jelang bergulirnya Piala Asia U-20 2025.

Berdasarkan alasan itu membuat Indra Sjafri memastikan bahwa Tim Geyspens dan Dion Markx tak akan didaftarkan untuk mengikuti kompetisi tersebut.

Indra Sjafri juga membeberkan bahwa batas pendaftaran para pemain untuk Piala Asia U-20 juga telah berlalu yang jatuh pada 13 Januari lalu.

"Saya mau menjelaskan, kita sudah mendaftarkan 47 pemain (sementara) karena memang AFC memberi batas waktu tanggal 13 Januari," ujar Indra Sjafri, Rabu (15/1/2025).

Pelatih Timnas Indonesia U-20 Indra Sjafri berbicara tentang Dirtek PSSI
Pelatih Timnas Indonesia U-20 Indra Sjafri berbicara tentang Dirtek PSSI
Sumber :
  • tvonenews.com - Ilham Giovani

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Jadi dengan demikian Dion dan Tim tidak saya masukkan ke dalam skuad AFC ini dan mudah-mudahan nanti masuk dalam skuad jika lolos ke Piala Dunia," tambahnya.

Menurut peraturan dari AFC, tiap tim peserta memang wajib mendaftarkan list pemain maksimal 30 hari sebelum pertandingan pertama di penyisihan grup.

Halaman Selanjutnya :
Klasemen

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT