News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Bung Akmal Blak-blakan Sindir Sifat Angkuh Suporter Garuda: Kesombongan Kita Akhirnya Dibalas Hasil Buruk di Piala AFF 2024!

Hasil kurang memuaskan Timnas Indonesia di ajang Piala AFF 2024 mendapatkan kritikan dari sejumlah pihak, termasuk pengamat sepak bola Indonesia, Akmal Marhali.
Senin, 23 Desember 2024 - 17:48 WIB
Timnas Indonesia ditahan imbang oleh Laos di kandang pada turnamen Piala AFF 2024.
Sumber :
  • ANTARA

Jakarta, tvOnenews.com - Pengamat sepakbola, Akmal Marhali secara blak-blakan menyindir sikap sombong suporter Timnas Indonesia terhadap gelaran Piala AFF 2024.

Timnas Indonesia resmi menutup perjalanannya di Piala AFF 2024 usai terhempas dari babak penyisihan grup B.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Timnas Indonesia di Piala AFF 2024
Timnas Indonesia di Piala AFF 2024
Sumber :
  • PSSI

 

Kepastian ini didapatkan akibat kekalahan tipis 0-1 Timnas Indonesia dari Filipina di Stadion Manahan, Solo pada Sabtu (21/12/2024) malam WIB pada Piala AFF 2024.

Hasil kurang memuaskan ini mendapatkan kritikan yang diluapkan sejumlah pihak, termasuk dari pengamat sepak bola Indonesia, Akmal Marhali atau akrab disapa Bung Akmal.

Bung Akmal menilai bahwa hasil buruk yang dialami skuad Garuda seperti sebuah karma akibat kelakuan suporternya sendiri.

Ia mengatakan bahwa suporter Garuda bersikap sombong dengan menganggap remeh gelaran Piala AFF 2024.

Hal itu ia sampaikan bukan tanpa sebab, dirinya menyebut jika kesombongan dari para suporter itu muncul akibat keberhasilan Timnas Indonesia yang lolos ke putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026.

"Kalau kita mau jujur dan mau melihat situasi dan kondisi yang ada saat ini sebenarnya momentum kita juara. Tetapi menurut saya kitanya sebagai penggemar bola netizennya kita terlalu sombong," ujar Bung Akmal saat dihubungi tvOnenews.com, Minggu (22/12/2024).

"Kita udah merasa kalau level kita udah dunia, AFF bukan level kita lagi," tambahnya.

Bung Akmal bahkan menyoroti sikap sombong suporter yang menganggap jika gelaran sepak bola negara-negara Asia Tenggara itu diibaratkan sebagai 'Piala Ciki'.

Ia menyebut jika kesombongan yang dilakukan para suporter akhirnya justru berbalik kepada Timnas Indonesia.

Menurutnya, hasil buruk yang diraih skuad Garuda merupakan balasan karma akibat kesombongan dari para suporter.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"AFF dia (suporter) sebut Piala Ciki, buat apa. Masyarakat kita semua, dunia maya kan menyatakan seperti itu, kesombongan kita akhirnya dibayar dengan hasil buruk yang kita dapat (di Piala AFF 2024)," kata Bung Akmal.

"Kita yang tidak pernah juara merasa sombong karena kita sekarang lolos ke babak tiga Piala Dunia. Ada yang mengatakan bahkan ya kita fokus aja ke Piala Dunia, loh tapi kan Piala Dunia kan nanti Maret," lanjutnya.

Halaman Selanjutnya :
Klasemen

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT