News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Bung Akmal Kritik Performa Timnas Indonesia di Piala AFF 2024: Secara Skill Individu Sangat Bagus tapi Butuh Sosok Pemimpin di Lapangan

Pengamat sepak bola, Akmal Marhali atau Bung Akmal memberikan pengakuan jujur soal performa para pemain Timnas Indonesia di Piala AFF 2024.
Senin, 23 Desember 2024 - 10:45 WIB
Skuad Timnas Indonesia di Piala AFF 2024
Sumber :
  • PSSI

Jakarta, tvOnenews.com - Pengamat sepak bola nasional, Akmal Marhali atau Bung Akmal memberikan pengakuan jujur soal performa para pemain Timnas Indonesia di Piala AFF 2024.

Seperti yang diketahui, Timnas Indonesia harus menelan kekalahan tipis 0-1 dari Filipina di Stadion Manahan, Solo dalam matchday pamungkas babak penyisihan Grup B.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

tvonenews

Berbekal menurunkan para pemain U-22, langkah skuad Garuda harus terhenti hanya di babak penyisihan grup Piala AFF 2024.

Asnawi Mangkualam dkk tak mampu mengamankan posisi runner-up grup B kompetisi negara-negara Asia Tenggara tersebut.

Kegagalan pasukan asuhan pelatih Shin Tae-yong itu menjadi sorotan tajam berbagai pihak, termasuk dari pundit senior, Bung Akmal.

Saat dihubungi tvOnenews.com pada Minggu (22/12/2024) malam WIB, Bung Akmal pun berbicara seputar performa para pemain Timnas Indonesia selama gelaran Piala AFF 2024.

Ia mengatakan bahwa keputusan Timnas Indonesia untuk menurunkan para U-22 merupakan sebuah keputusan yang salah.

Menurutnya, pemain muda skuad Garuda harus memikul beban yang berat menghadapi sejumlah tim yang didominasi para penggawa senior.

Bung Akmal pun menyoroti performa para pemain muda Timnas Indonesia saat menghadapi Filipina yang terlalu emosional.

Dirinya menyebut jika tak adanya sosok pemimpin di lapangan menjadi alasan kuat yang membuat para pemain mudah tersulut emosi.

Pengamat Sepak Bola, Akmal Marhali
Pengamat Sepak Bola, Akmal Marhali
Sumber :
  • Kolase tvOnenews.com

 

"Jadi kita sudah mengambil langkah yang salah di mana event senior ini kita berdayakan atau kita turunkan pemain U22. Jadi beban yang ditanggung terlalu berat oleh pemain-pemain muda kita," ujar Bung Akmal kepada tvOnenews.com.

"Jika kita lihat ketika melawan Filipina bagaimana pemain sangat emosional, sangat tegang sekali dan di lapangan tidak ada pemimpin yang bisa menenangkan para pemain," tambahnya.

Meski demikian, Bung Akmal tetap memberikan apresiasi dan memuji kemampuan yang dimiliki para pemain Timnas Indonesia di Piala AFF 2024.

Bung Akmal mengatakan bahwa para pemain muda itu memiliki kemampuan secara individu yang sangat potensial.

Kendati begitu, dirinya menyebut jika masih terlalu dini untuk bisa bersaing di level kompetisi senior karena minimnya pengalaman.

"Secara skill, secara kemampuan individu pemain ini potensial sekali bagus-bagus sih," jelas Bung Akmal.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Tetapi untuk di level U-23 mungkin mereka bisa juara, tapi untuk level senior agak sulit karena bagaimanapun pengalaman sangat penting," tutupnya.

(igp/yus)

Klasemen

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT