News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Timnas Indonesia Dinilai Terlalu Bergantung dengan Naturalisasi, Shohei Matsunaga Beri Peringatan: 10 Tahun Lagi Sudah Habis

Mantan pemain Persib Bandung, Shohei Matsunaga ingatkan Timnas Indonesia yang saat ini memiliki banyak pemain naturalisasi. Menurutnya akan sulit di masa depan.
Minggu, 10 November 2024 - 18:50 WIB
Shin Tae-yong bersama pemain Timnas Indonesia
Sumber :
  • Kolase tvOnenews.com/ Tim tvOnenews - Julio Trisaputra

Jakarta, tvOnenews.com - Timnas Indonesia kini memiliki jumlah pemain naturalisasi paling banyak dari sebelumnya. Hal ini menjadi sorotan mantan pemain Persib Bandung, Shohei Matsunaga.

Pemain asal Jepang itu di satu sisi mengakui bahwa saat ini Timnas Indonesia sedang mengalami puncak kejayaan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Timnas Indonesia bahkan dikenal sebagai salah satu tim kuat yang berhasil masuk ke babak 16 besar Piala Asia 2023 di bawah asuhan pelatih Shin Tae-yong.

Tak haya itu, saat ini Timnas Indonesia sedang bersaing dengan tim-tim kuat lainnya di kualifikasi Piala Dunia 2026.

Sebelumnya, skuad Garuda tak berperan penting dalam perhelatan Piala Dunia. Namun, sangat berbeda kini setelah banyak pemain naturalisasi masuk dan dilatih oleh Shin Tae-yong. 

Ke depannya, Kementerian Pemuda dan Olah Raga (Kemepora) dan PSSI berencana untuk merekrut banyak pemain naturalisasi lainnya untuk memperkuat Timnas Indonesia.

Namun, Shohei Matsunaga melontarkan kritik terhadap rencana Kemenpora dan PSSI untuk mencari pemain naturalisasi tambahan.

"Sekarang, banyak pemain luar negeri dan naturalisasi. jadi, memang mereka berkembang dan menjadi kuat," kata Shohei, beberapa waktu lalu.

Meski saat ini bertambah kuat, namun Shohei beranggapan ada peluang skuad Garuda akan mengalami penurunan performa di masa depan.

Ia memberikan peringatan kepada Kemenpora dan PSSI bahwa para pemain naturalisasi yang saat ini berjaya di bawah asuhan Shin Tae-yong akan pensiun dalam waktu 5-10 tahun. 

Di saat itulah, kejayaan Timnas Indonesia bisa saja berakhir karena tidak ada pemain naturalisasi.

"Menurut saya, saya takutkan mereka dalam 5-10 tahun ke depan sudah pensiun. Lalu, tidak ada pemain naturalisasi lagi untuk Timnas, dan itu mungkin bisa turun lagi (performanya)," kata dia lagi.

Seperti yang diberitakan, terakhir pemain naturalisasi baru yakni Kevin Diks resmi mengucapkan sumpah WNI di Denmark.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pemain keturunan Belanda itu sekarang sedang dalam proses untuk bisa terjun ke lapangan untuk membela skuad Garuda.

Apalagi, dalam waktu dekat yaitu 12 November 2024 skuad asuhan Shin Tae-yong akan menghadapi Jepang dalam laga kualifikasi Piala Dunia 2026.

Halaman Selanjutnya :
Klasemen

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT