News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Eks Pemain Ajax Ini Tolak Dinaturalisasi Timnas Indonesia demi Korea Selatan, Nasibnya Kini Berakhir Menyedihkan, Sampai-sampai Kariernya…

Jasper ter Heide pernah tolak Timnas Indonesia dan lebih memilih Korea Selatan, bagaimana nasibnya sekarang?
Rabu, 17 Juli 2024 - 18:45 WIB
Jasper ter Heide
Sumber :
  • Instagram - Jasper ter Heide

Jakarta, tvOnenews.com - Mantan jebolan Ajax Amsterdam berdarah Indonesia, Jasper ter Heide pernah secara terang-terangan menolak bermain untuk Timnas Indonesia demi membela Belanda atau Korea Selatan.

Jasper ter Heide merupakan pemain yang lahir di Amsterdam, Belanda pada 29 Maret 1999. Uniknya, dia memiliki darah Belanda, Korea Selatan, dan Indonesia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ayah Jasper ter Heide berasal dari Korea Selatan, dan sudah sejak lama menetap di Belanda. Sementara sang ibu memiliki darah separuh Indonesia.

Karier pemain berusia 25 tahun tersebut bermula dari tim muda Ajax Amsterdam pada 2014. Dia dinilai sebagai salah satu gelandang berbakat yang bakal menjadi bintang di Eropa.

tvonenews

Di level tim nasional, dia pernah memperkuat Belanda U-15, U-16, dan U-19 dari 2013 hingga 2019. Oleh karena itu, dia sempat satu tim dengan Matthijs de Ligt.

Sayang, kariernya mulai sulit ke level elite setelah gagal menembus tim utama Ajax Amsterdam. Pada akhirnya, dia memutuskan untuk hengkang pada musim 2019-2020.

Pencinta sepak bola Indonesia mulai mengenal nama Jasper ter Heide ketika bergabung dengan SC Cambuur pada 2020. Ketika itu, ada pemain keturunan Indonesia lain yang kini sudah memperkuat skuad Garuda, Ragnar Oratmangoen.

Kolaborasi keduanya berjalan dengan cukup baik. Dia menjadi pemain utama dengan tampil sebanyak 23 pertandingan serta menyumbangkan dua assist.


Jasper ter Heide. Foto: tvOnenews.com - Instagram Jasper ter Heide.

Sementara Ragnar Oratmangoen menunjukkan tajinya sebagai penyerang andal dengan mencetak delapan gol dan dua assist dalam 22 laga.

Pada Januari 2022, mantan anggota Exco PSSI, Hasani Abdulgani pun mengungkapkan proyeksi pemain yang akan dinaturalisasi.

Salah satu yang dikabarkan masuk proyeksi tersebut adalah Jasper ter Heide. Namun, tawaran itu ditolak sehingga batal membela Timnas Indonesia.

Sekian lama tidak terdengar kabarnya, Jasper ter Heide ternyata sudah tidak memiliki klub sejak 1 Januari 2024.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Terakhir kali dia bermain untuk CF La Nucia di divisi empat Liga Spanyol. Musim lalu, dia hanya bermain sebanyak sembilan pertandingan. 

Sampai saat ini, belum diketahui klub mana yang akan menjadi pelabuhan berikutnya Jasper ter Heide. (fan)

Halaman Selanjutnya :
Klasemen

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT